KATA PENGANTAR

Ide untuk menulis blog ini datang ketika suatu hari aku melihat-lihat kembali album-album foto keluarga waktu kami berdomisili di Harare, Zimbabwe. Ketika itu anak-anak masih kecili-kecil, sekarang ketika mereka sudah beranjak dewasa, mereka pun banyak bertanya pada saat kami membenahi foto-foto ini, aku langsung sadar bahwa foto ini banyak memiliki kenangan dan mengisahkan pengalaman dan perjalanan hidup aku.

Negeri adalah lokasi yang terasa oleh semua panca indera kita. Saat kaki mulai menapak di suatu tempat, maka semua indera kita merasakan apapun yang bisa dilumat, diserap, dicerna dan dinikmati. Semua dapat direkam oleh otak, kamera dijital, perekam video, untuk kemudian dikeluarkan kelak dalam sebuah cerita perjalanan. Mulut dapat berbicara tentang segala yang telah dirasa, tangan dapat menuliskan semua keasyikan pengalaman yang ada. aku menjadi terinspirasi untuk menulis Otobiografi (pengalamanku ini) yang biasanya hanya ditulis orang terkenal,

Malam ini aku mencoba membongkar-bongkar memori ku yang mengendap dalam kepingan peristiwa kurang lebih 20 tahun yang lalu, yakni permulaan tahun 1987. Tahun itu merupakan awal aku bekerja, sekaligus tahun pertama mengenal Negara lain. Ketika kepingan peristiwa itu berkelebat, aku pun tersenyum simpul, mengenang peristiwa yang telah terjadi 20 tahun yang lalu itu. Ya banyak peristiwa-peristiwa yang telah aku lalui diantaranya ketika saat pertama kali aku naik pesawat dan pergi ke luar negeri.

Tidak terasa waktu ini berjalan sangat cepat rasanya, masih teringat dulu waktu masih balita, kedua orang tua sering mengajak aku jalan2 ke taman remaja (sebelahnya Hi-tech Mall) untuk mencari hiburan di sana supaya aku bisa bersenang-senang, trus waktu beranjak, dari TK, SD, SMP, SMA sayang aku tidak bisa menikmati masa-masa kuliah, dan sekarang sudah lebih dari 25 tahun aku meninggalkan bangku SMA itu dengan masa-masa yang indah. Perjalanan hidup itu banyak sekali lika likunya dan dilalui kadang suka tapi juga tidak sedikit merasakan duka pahitnya hidup ini. Tapi bagaimanapun itu puji syukur kehadirat Illa hi Robbi semua bisa dilalui dengan sebagaimana mestinya.

Terus terang saja aku bukan orang yang pintar menulis, bahkan jauh dari pintar. Semalaman bisa jadi aku merangkai kata-kata, akan tetapi hasilnya bisa jadi hanya sebuah tulisan yang jauh dari bagus yang akhirnya aku corat-coret sendiri "Hhh … menulis itu memang tidak mudah.!" Begitu kata aku berapologi",

.Tulisan aku ini mungkin tidak merupakan kenangan yang indah bagi orang lain. Tapi, bagi aku ini merupakan semacam "memorabilia" artinya suatu peristiwa yang patut dikenang. bertujuan sebagai suatu memori berupa episode hidup seorang yang bernama Hary Sudarmanto.

Sekali aku memang bukan seorang yang pintar menulis, maka pembaca tidak akan dapati tulisan yang bagus dalam buku ini. Akan tetapi aku yakin, suatu saat tulisan aku pasti bagus. Kapan itu ? aku tidak tahu. Ya "asal berani mencoba".

Aku berharap buku ini dapat bermanfaat bagi anak-anakku, kerabat dan teman-teman.

Sekecil apapun yang kita lakukan tetap saja punya arti.

selamat membaca …… !!!!

MENGENAI PENULIS

Hary Sudarmanto lahir di Jakarta tanggal 12 Juni 1965, dari pasangan R.Darwono dan R.A. Sutirahayu, sejak kecil sampai usia 21 tahun, Hary mengikuti orang tuanya yang tinggal di Jakarta, Hary sempat mengenyam pendidikan SD di SDN Cawang Timur Pagi (1971 – 1974) SD Negeri Cipinang Cempedak 09 Pagi (1975 – 1977), SMP Negeri 80 Halim P.K (1978 – 1981).dan SMA Negeri 39 Cijantung, (1981 – 1984) lulus pada usia 19 tahun.



Pengalaman bekerjanya dimulai tahun 1987, pada usia 21 tahun, ketika Hary menjadi Local Staff Sub Bagian Administrasi di Kedutaan Besar RI di Harare, Zimbabwe. Dilingkungan KBRI dia dikenal dengan nama panggilan Toto.

Dengan pendidikannya yang minim Hary berusaha menambah pengetahuan dengan mengikuti berbagai kursus untuk menunjang pekerjaannya sehari-hari, sejak di Harare hingga kini berbagai macam kursus telah diikuti antara lain : English as Foreign Language tahun 1989 di ESB International, Harare, Elementry Word Processing tahun 1990 CCOSA, Harare, Komputer Lotus 1-2-3 dan Word Perfect tahun 1991 Compu Serve, Harare, Beginners Business Communications tahun 1991 Harare Polytechnic, Harare, Introduction to Basic Programming tahun 1992 Sutherland Computer, Harare, Introduction to Dbase III+ tahun 1994 Speciss College, Harare, IATA Ticketing and Reservation tahun 1995 Speciss College di Harare, Akuntansi pada tahun 1998 di Lembaga Pendidikan dan Pembinaan Manajemen, Jakarta.

Selain dari pada itu Hary juga mengikuti berbagai macam pelatihan, training dan seminar yang berkaitan dengan bidang pekerjaan yang pernah dijalaninya diantaranya :

  • Seminar UYHD diselenggarakan di Konsulat Jenderal RI di Cape Town, Afrika Selatan (September 1995) dengan Nara sumber dari Direktorat Jenderal Anggaran Depkeu dan Biro Keuangan Deplu;
  • Sales Systems dalam Bidang Property/Real Estate diselenggarakan oleh ERA Indonesia di Jakarta (Maret 1997);
  • Sosialisasi Terpadu RKA-KL, Pelaksanaan DIPA dan Jabatan Fungsional Diplomat diselengarakan di Hotel Danube (Kedutaan Besar RI) di Bratislava, Slovakia (Desember 2006) dengan nara sumber dari Bapenas, Ditjen Anggaran Depkeu dan Biro Perencanaan dan Organisasi Deplu;
  • Sosialisasi dan Bimetk Sistim Informasi Manajemen Keuangan SIMKEU IV +1 AMD diselenggarakan di Hotel President (Kedutaan Besar RI) di Kyiev, Ukraina (Maret 2007);
  • Pelatihan Sistem Akuntansi Barang Milik Negara (SABMN) diselenggarakan di Hotel Sheraton Media, Jakarta (Mei 2008);
  • Sosialisasi Terpadu Keuangan dan Jabatan Fungsional Diplomat diselenggarakan di Kedutaan Besar RI Kairo, Mesir (Desember 2008) dengan nara sumber Bapenas, BPK dan Biro Keuangan, Deplu;
  • Bimtek Sistem Akuntansi Kuasa Pengguna Anggaran (SAKPA) dan Sosialisasi Sistem Informasi Manajemen Keuangan Real Time diselenggarakan di Konsulat Jenderal RI di Jeddah (Agustus 2009) nara sumber Ditjen Depkeu, Bagian Verifikasi Biro Keuangan, Deplu.

Berbagai pengalaman kerjapun didapatnya sejak mulai dari KBRI Harare pada tahun 1987 hingga terakhir dia dipercaya sebagai Staf Keuangan pada Kedutaan Besar RI di Tripoli, Libya.

Diawali pada bulan Januari 1987 hingga bulan Agustus 1996, Hary mulai bekerja sebagai Pegawai Setempat (Local Staff) pada Kedutaan Besar R.I. di Harare, Zimbabwe, sebagai staff Administrasi Umum dipercaya untuk melaksanakan tugas-tugas guna menunjang aktivitas Kantor Perwakilan yang baru dibuka, Hary mengerjakanya dengan penuh semangat, dan saling bekerja sama sehingga lambat laun menjadikannya seorang yang professional dibidangnya.

Sebagai Staff Administrasi Hary pada mulanya hanya mengerjakan pekerjaan-pekerjaan yang sifatnya ringan diantaranya memelihara, menjaga dan menyimpan file-file yang berhubungan dengan masalah keuangan, membuat payroll gaji Home Staff dan Local Staff, Tunjangan Sewa Rumah, mengetik Surat-surat dinas, yang dijalani selama kurun waktu 3 tahun lamanya. Dengan adanya pergantian pimpinan, oleh pimpinan yang baru, Hary mendapat tugas untuk jenis pekerjaan yang lebih berat, yang selama ini belum pernah diketahui maupun dipelajari, namun berkat kegigihannya dan mempelajarinya secara otodidak ia dapat mengerjakan seluruh tugas-tugas yang telah didelegasikan oleh pimpinannya, atas kecakapannya pimpinan memberikan kepercayaan kepada Hary sebagai Operator Komputer untuk Sistim Informasi Keuangan sekaligus kepadanya dipercaya untuk menjabat sebagai Kasir, sebuah jabatan yang memilik tanggung jawab besar dan termasuk paling tinggi di kalangan sesama Local Staff.

Hary juga dipercaya oleh Pimpinan untuk membantu tugas-tugas dibidang keprotokolan dan telah berhasil membangun networking yang baik dengan instansi Pemerintah maupun swasta setempat yang sangat dirasakan manfaatnya oleh KBRI Harare.

Dengan kecakapan seperti tersebut diatas, atas rekomendasi dari Pimpinan KBRI Harare, pada bulan Mei 1990 Hary diperbantukan kepada Advance Team untuk membuka Kantor Perwakilan RI di Windhoek untuk menyelesaikan pekerjaan Pertanggung Jawaban Keuangan dan Administrasi lainnya selama kurang lebih 1 bulan.

Pekerjaan ini dijalaninya hingga Mei 1996, pada bulan Juni 1996 Hary di rotasi sebagai Staf Bidang Politik untuk membantu tugas-tugas Kepala Bidang Politik dalam membina hubungan diplomatik antar kedua negara, memonitor perkembangan politik dalam negeri Zimbabwe, yang besar pengaruhnya terhadap kepentingan NKRI. Pekerjaan ini dijalaninya selama kurang lebih 3 bulan hingga akhirnya mengundurkan diri pada bulan Agustus 1996.

Dengan pengalaman kerja yang didapat di Zimbabwe, selama ini membuat Hary optimis untuk mendapatkan pekerjaan baru di kampung halamannya sendiri, berbagai lamaran dikirimkan ke berbagai perusahaan, Hary ingin mencari suasana baru, karena timbul kejenuhan setelah sekian lama bekerja dilingkukangan birokrasi pemerintahan.

Sebuah tantangan baru dihadapi oleh Hary ketika dia diterima bekerja sebagai Marketting Executive di sebuah perusahaan Developer (PT. MASA KREASI), jelas ini bertentangan dengan pengalamannya yang lebih banyak berkecimpung di bidang Administrasi dan keuangan.

Sebuah tugas dibebankan kepadanya untuk melaksanakan kebijakan, prosedur dan program penjualan perumahan, mengembangkan dan mengimplementasikan strategi dan aktivitas penjualan, memimpin dan mengkoordinir tim Penjualan dan Pemasaran. Sebagai suatu yang baru tentunya diperlukan pengetahuan tambahan, untuk itu Hary mengikuti Training mengenai Sales Systems dalam bidang Property/Real Estate.

Dengan mengandalkan networking yang dibangunnya dengan instansi Pemerintah maupun swasta dan presentasi-presentasi yang dilakukan, Hary bersama teamnya berhasil meningkatkan penjualan di perusahaan tempatnya bekerja.

Namun pekerjaan ini hanya dijalaninya selama 3 bulan (Maret 1997 – Mei 1997), karena dirasakan oleh Hary kurang pas dengan backgroundnya, hingga akhirnya dia pindah bekerja pada sebuah anak Perusahaan yang cukup ternama, bergerak dalam bidang Informasi & Technology (PT. PANSYSTEMS) Hary diterima bekerja sebagai Satf Keuangan, tanpa kendala yang berarti, segala pekerjaan yang dibebankan dapat diselesaikan dengan baik, mengingat banyak kemiripan dengan pekerjaan sebelumnya ketika di KBRI Harare. Berkat kerjasama yang baik dengan tim penjualan Hary memperoleh penghargaan dari Pimpinan perusahaan, kinerja yang baik ini juga memberikan kesempatan kepadanya untuk mengikuti pendidikan tambahan yang dibiayai perusahaan untuk lebih memperdalam pengetahuannya dalam bidang akuntansi yang erat kaitanya dengan keuangan, selain dari pada itu untuk mengisi kekosongan formasi oleh Pimpinan perusahaan ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas Manajer Keuangan, dengan jabatan ini Hary dipercaya untuk menandatangi cek dan kertas berharga lainnya bersama-sama dengan Direktur Utama (Joint Account), selain itu bertanggung jawab untuk masalah keuangan, Bimbingan dan arahan dari Pimpinan membuat Hary semakin memahami pekerjaannya, sebelum sempat dipromosikan menduduki Jabatan Manager Keuangan, pada bulan Pebruari 2004 Hary mengundurkan diri dari pekerjaannya karena mendapat pekerjaan baru.

.

Pada bulan Maret 2004 Hary pindah bekerja pada Perwakilan RI di Tripoli, sebagai Staf Keuangan

Berkat pengabdiannya selama bekerja di Perwakilan Republik Indonesia selama 15 tahun, Hary memperoleh penghargaan dari Menteri Luar Negeri pada bulan Agustus 2008.

Selama bekerja di KBRI Hary memiliki berbagai pengalaman penugasan ke Negara-negara diantaranya :

  • Namibia, sebagai staff perbantuan di KBRI Windhoek (Mei 1990 – Juli 1990);
  • Mozambique, advance team koordinasi dengan protokol Kemlu mengenai rencana penyerahan surat kepercayaan Dubes baru (1994);
  • South Africa, menghadiri Penataran UYHD utk Perwakilan kawasan Afrika Tengah dan Selatan di KJRI Cape Town (September 1995);
  • Mozambique, mendata WNI untuk keperluan Pemilu di Quilimane (Januari 1996);
  • Tunisia, tugas kurir ke STB Bank Tunis (Januari 2005);
  • Tunisia, tugas kurir ke STB Bank Tunis (Juli 2005);
  • Tunisia, tugas kurir ke STB Bank Tunis (Oktober 2006);
  • Slovakia, menghadiri Sosialisasi RKA-KL, Pelaksanaan DIPA di KBRI Bratislava (Desember 2006);
  • Ukraina, menghadiri Sosialisasi SIMKEU IV+ AMD di KBRI Kyiev (Maret 2007);
  • Inggris, tugas kurir ke Bank Mandiri London (Maret 2008);
  • Inggris, tugas kurir ke Bank Mandiri London (April 2008);
  • Mesir, menghadiri Sosialisasi Keuangan dan JFD di KBRI Kairo (Desember 2008);
  • Saudi Arabia, menghadiri Bimtek SAKPA dan Sosialisasi SIMKEU Real Time di KJRI Jeddah ( Agustus 2009).

Hary juga memiliki pengalaman persidangan dan kepanitiaan diantaranya :

  • Anggota Delegasi Konperensi Menteri-Menteri Penerangan Negara Non Blok (COMINAC II) di Harare (Juni 1987);
  • Anggota Delegasi RI pada Ministerial Meeting of the Co-ordinating Bureau of Non-Aligned Countries di Harare (Mei 1989);
  • Anggota Delegasi RI pada Konperensi Commission on Human Settlements Thirteenth Session di Harare (Mei 1991);
  • Angota Panitia kunjungan kenegaraan Presiden RI (Desember 1991);
  • Angota Panitia pada Rakor para Kepala Perwakilan RI se Afrika Barat, Timur dan Selatan di Harare (Nopember 1995);
  • Anggota Panitia Pameran & Property, di JHCC, Jakarta (April 1997)
  • Anggota Panitia Pameran INDOCOMTECH, di JHCC, Jakarta (Maret 2002)

Kepengurusan dalam organisasi

· Bendahara KORPRI Sub Unit KBRI Harare (Jan 1987 – Juni 1990)

· Anggota PPSLN KBRI Harare (1996)

· Anggota Pengurus PANS CLUB PT. Pansystems (2002 – 2004)

· Anggota KPPSLN KBRI Tripoli (2004)

· Anggota KPPSLN KBRI Tripoli (2008)

· Anggota Pengurus PCI-NU Libya

Lain – lain :

  • Menguasai Komputer Program MS Office : Excell, Word, Accesss, Power Point & Outlook Express;
  • Mengoperasikan / mencari data melalui internet;
  • Menguasai Program Komputer Akuntansi : ACCT, ACCPAC;
  • Menguasai Program SIMKEU Versi III, IV, IV Plus, IV Plus AMD dan Real Time, versi Biro Keuangan Deplu;
  • Menguasai Program SAKPA dan SABMN versi Departemen Keuangan;
  • Mengetik dengan kecepatan 40 kpm
  • Mengemudikan kendaraan

Hary menikah dengan Dwi Yuliani pada tahun 1992 dikaruniai 3 orang anak : Dessy Putri Haryani, Risky Pradika Anhar dan Muhammad Al-Faiz.(alm).

10 Februari 2010

Terima Kasih istriku


Sebagai seorang bujangan, wajar saja kalau sering membayangkan untuk bisa punya kekasih, terlebih status aku sudah bekerja.
Awal aku mengenalmu tatkala membaca rubrik "Sahabat Pena", di Surat Kabar Suara Karya Minggu,. Surat Kabar terbitan Indonesia yang aku baca di ruang kerja ku , sambil aku perhatikan beberapa foto lainnya yang ada di kolom itu, akhirnya mataku tertarik pada salah satu foto wanita manis berambut panjang, lalu aku baca data-datanya ternyata gadis yang memiliki nama lengkap DWI YULIANI ini berdomisili di Tegal, tanpa membuang waktu langsung saja bagian ini aku gunting dan aku simpan dalam dompet, karena khwatir ada orang lain yang tau he….. he …… he …….. !
Berdasarkan data itulah akhirnya aku memberanikan diri untuk berkirim surat kekamu untuk mulai membina hubungan persahabatan, dari surat-surat yang aku kirim selalu mendapat jawaban dari kamu, bahkan tidak hanya sebatas persahabatan tapi sudah mengarah kehubungan yang lebih serius lagi, pendek cerita, kamu mau menerima aku sebagai pacar kamu (ma kasih Mah!).

Kebulatan tekadku untuk menjadikan kamu sebagai istriku menjadi semakin kuat, dari photo-photo yang kamu kirimkan kepadaku waktu itu, sungguh membuat aku tidak sabar lagi untuk segera dapat bertemu dengan kamu.

Akhirnya pada pertengahan bulan Juli tahun 1989 aku melaksanakan cuti dan aku pergunakan kesempatan ini untuk dapat bertemu dengan kamu. Berbekal alamat yang aku dapati dari Surat Kabar tersebut diatas, serta berkat jasa seorang kenalanku yang tinggal di Tegal, akhirnya aku dapat menemukan alamat rumahmu.

Sungguh merupakan suatu kebahagiaan, karena kamu yang aku kenal selama ini melalui surat, tiba-tiba sekarang ada di depan mata. Cantik, menarik dan menawan hati, sehingga pada saat orang tuamu menanyakan tentang keseriusan hubungan kita, aku langsung berkata bahwa aku serius untuk menjadikan kamu sebagai calon istriku.

Maka pada pertengahan bulan Agustus di saat-saat aku harus segera kembali ke Harare karena waktu cutiku akan segera berakhir, aku putuskan untuk melamarmu dan bertunangan denganmu, aku khawatir jika ini tidak aku lakukan, aku akan kehilangan kamu.

Kenangan terindah yang tak pernah terlupakan tatkala untuk yang pertama kalinya aku menciummu di bis yang membawa kita dari Tegal menuju Jakarta.

Memang sungguh berat dengan status tunangan kita, karena akupun merasakan cobaan dan godaan yang datang silih berganti, yang sudah barang tentu jika kita tidak kuat menahan cobaan tersebut akan berakibat pada kegagalan hubungan pertunangan kita. Alhamdulillah akhirnya aku dapat lolos dari cobaan dan mungkin Allah SWT telah memberikan jalan yang terbaik untukku.

Sejak kita bertunangan, aku berusaha sedikit demi sedikit melangkapi kebutuhan rumah tangga, agar pada saatnya menikah nanti aku telah memilik tempat tinggal dan sarana lain yang memadai sebagai kelengkapan seorang yang berumah tangga. Alhamdulillah di tahun-tahun tersebut rezeki mengalir, sehingga aku dapat memiliki semua yang diperlukan sebelum aku memutuskan untuk menikahimu.

Alhamdulillah apa yang menjadi keinginanku dapat terwujud, aku dapat menyewa tempat tinggal dan melengkapi kebutuhan perlengkapannya, sehingga ketika kamu menjadi istriku, semuanya sudah tersedia.

Tepatnya 3 tahun setelah pertunangan kita, kini aku berpikir untuk segera menikahimu, tepatnya 19 Desember 1992 kita resmi menikah, sungguh merupakan suatu kebahagiaan yang tak terlupakan, dengan mengucap puji syukur kehadirat Allah SWT akhirnya dengan perjalanan yang cukup panjang dan sedikit unik hubungan tali kasih kita akhirnya kita dipersatukan.

Meskipun tidak ada istilah bulan madu, hari-hari setelah pernikahan kita menjadi hari-hari yang sangat menyenangkan, mengingat kita tidak pernah merasakan masa-masa indah berpacaran, sehingga kita baru dapat melaksanakannya setelah menikah.

Sebagai suami yang bertanggungjawab aku bawa serta kamu merantau ke Harare, Zimbabwe, Negara yang terletak nun jauh dibelahan selatan benua Afrika. Sebagai istri yang berbakti kepada suami, kamu rela berkorban berpisah dengan keluarga untuk dapat mendampingiku bertugas di Luar Negeri, sungguh suatu pengorbanan yang patut aku hargai, karena kamu yang selama ini sudah begitu dekat dengan keluarga harus berpisah untuk sekian lamanya.

Tentunya bukan hal yang mudah bagiku untuk membuatmu menjadi betah hidup diperantauan, terlebih Negara yang kita diami, jauh berbeda dengan Indonesia yang penuh dengan hiruk pikuk.

Banyak hal-hal baru yang kamu alami, baik itu lingkungan pergaulan dan kebiasaan-kebiasaan masyarakat setempat.

Jika kita berpikir kembali, tentunya tidak sedikit orang-orang yang telah menjadi suami-istri harus menjalani kehidupan pahit diawal-awal masa pernikahannya, sebaliknya apa yang kita alami adalah kehidupan rumah tangga yang serba kecukupan sehingga kita tidak pernah merasakan hidup susah seperti yang pernah dialami orang lain.

Hari demi hari kita lalui bersama di Harare, dengan suasana kemesraan yang terasa begitu indah, dan jalinan tali kasih perkawinan kita telah terwujud dengan kehamilan anak pertama kita, meskipun dengan kondisi hamil kamu tetap setia melayaniku dengan apa yang kamu bisa, ternyata aku tidak salah memilih, selain istri yang setia kamu juga dapat bekerja sama dalam menjalani kehidupan berumah tangga kita, sehingga segala sesuatunya dapat kita kerjakan bersama, tanpa harus mengandalkan orang lain. Terlebih pada kehamilan anak pertama kita, yang merupakan pengalaman pertama seorang ibu, meskipun jauh dari sanak saudara, kamu tetap tegar, dan tetap menjalani aktivitas kamu sebagai istri dan ibu rumah tangga, rasanya sulit untuk mencari istri seperti kamu, selain cantik juga cekatan dalam melaksanakan pekerjaan rumah tangga. Berkat karuniaNya kita diberi kepercayaan untuk memiliki anak pada tanggal 8 Desember 1993 lahirlah anak kita yang pertama, seorang bayi wanita yang sehat, aku sungguh bahagia sekali, sebagai seorang pria aku bisa memberikan keturunan kepada kamu.

Sebagai seorang ibu kamu begitu bertanggung jawab dalam menjaga dan merawat buah dari hasil perkawinan kita, sehingga anak kita dapat tumbuh dengan baik, sehingga kita selalu bersyukur atas nikmat yang Allah berikan pada kita.

Dengan kelahiran anak kita, sepertinya aku merasa ingin selalu dekat dengan kamu dan anak kita, sehingga setiap kali masuk kerja ingin selalu cepat-cepat pulang untuk dapat berkumpul bersama dengan keluarga.

Gejolak jiwa mudaku selalu membuatku selalu ingin bermesraan bersamamu, Tuhan masih mempercayai kita, sehingga selang 2 tahun kemudian kamu melahirkan anak kedua kita seorang bayi laki-laki tepatnya pada tanggal 23 Desember 1995. Lengkap sudah anggota keluarga kita.

Dulu sebelum menikah aku sempat berpikir bahwa setelah menikah nanti aku dapat lebih betah hidup di perantauan dengan istri dan anak-anak dan akan selamanya menjalani kehidupan di luar negeri, namun keinginan itu tidak selalu bisa menjadi kenyataan, karena aku sendiri merasa kasihan terhadapmu, dan aku tidak mau egois dengan keinginanku, oleh sebab itu akupun berpikir demi untuk membahagiakan kamu untuk memutuskan pindah ke Indonesia.

Keputusan yang aku ambil merupakan keputusan yang bijak dan tanpa dipengaruhi oleh siapapun, karena aku berpikir dari sekian lama aku bekerja di KBRI pengalamanku telah cukup untuk dapat kembali mendapat pekerjaan di Indonesia.

Namun kenyataannya lain, baru beberapa tahun kita di Indonesia, kondisi Politk dan Ekonomi dalam Negeri kita berantakan, yang berakibat pada kelangsungan jalannya pemerintahan sehingga membuat segala sesuatunya menjadi serba susah.

Disinilah awal pengalaman pahit dalam kehidupan berumah tangga kita dimulai. Dengan berbekal sedikit tabungan dari Harare, kita mulai mengisi kehidupan di Indonesia dengan sedikit mengencangkan ikat pinggang, mengingat kehidupan yang berbalik seratus delapan puluh derajat, segala sesuatunya harus penuh dengan perhitungan, lagi-lagi kamu begitu setia mendampingiku, dari kehidupan yang serba kecukupan di Harare, lalu harus menjalani seluruh aktivitas ibu rumah tangga kamu tanggulangi sendiri, belum lagi direpotkan mengurus dua orang anak yang saat itu masih diperlukan pengawasan mengingat mereka masih kecil-kecil. Tuhan Maha Adil dan tidak akan membiarkan umatnya dalam kesusahan, tapi semua itu aku anggap sebagai cobaan, agar kita lebih dapat memaknai arti kehidupan yang sesungguhnya. Hari-hariku sejak berada di Indonesia dengan suasana yang kurang mengenakkan membuat aku jadi lebih cepat emosi, mungkin karena suasana yang kurang mendukung sehingga pikiranku dipenuhi oleh berbagai macam problema yang perlu aku segera selesaikan, Oh Tuhan betapa malang nasibku, namun aku tetap berusaha untuk dapat membahagiakan kamu.

Setelah untuk beberapa bulan lamanya tidak bekerja dan tabungan mulai menipis aku diterima bekerja di sebuah perusahaan Pengembang Perumahan, meskipun dengan penghasilan yang pas-pasan tapi kita bisa bertahan hidup tanpa perlu merepotkan orang lain, sementara tu aku tetap berusaha untuk mendapat pekerjaan yang lebih layak lagi, mengingat perjalanan hdup yang harus ku tempuh masih panjang dan harus memikirkan masa depan anak-anakku kelak. Kerja kerasku membuahkan hasil sehingga aku dapat diterima bekerja yang menurutku perusahaan tempatku bekerja cukup bonafit, sehingga aku mempunyai keyakinan untuk dapat meraih masa depan yang lebih gemilang.

Tak pernah aku bayangkan sebelumnya, dalam kurun waktu yang tidak terlalu lama setelah aku bekerja kondisi perekonomian dan politik Negara kita makin hancur dengan puncaknya terjadi pergantian kekuasaan dan berdampak kepada seluruh lapisan masyarakat, sehingga membuat banyak orang kehilangan pekerjaan. Aku masih bersyukur perusahaan tempatku bekerja masih dapat bertahan dengan situasi dan kondisi seperti ini, meskipun tidak besar, gaji yang aku dapatkan cukup untuk membiaya kebutuhan hidup kita dan juga dapat menyekolahkan anak-anak.

Hal lain yang tidak pernah terpikirkan olehku pada waktu itu, bagaimana harus menyiasati hidup bersama dengan orang tua dan adik-adik, karena kita selama ini hidup mandiri, tentunya agak sulit untuk dapat hidup bersama dengan orang lain terlibat didalamnya.
Untuk menjaga keharmonisan hubungan dengan pihak keluargaku dan menghindari kesalahpahaman, aku menuruti saranmu untuk pindah rumah, dengan harapan agar kebiasaan hidup mandiri yang pernah kita jalani di luar negeri dapat kita lanjutkan di sini.

Karena memang saat ini rupanya Sang Khaliq sedang menguji kami sesmua untuk lebih bersabar dan ikhlas diri dalam menjalani hidup dengan mebberikan ujian berupa kesulitan finasial dalam keluarga. Tapi semua itu tak jadi soal, karena bagaiomanapun apa yang terjadi adalah hal terbaik dari Allah buat hambanya untuk bisa mendapatkan ridhonya.

Dengan bantuan seorang teman, akhirnya aku mendapatkan rumah kontrakan yang jika dibandingkan dengan rumah tinggal kita di Harare, rumah yang kita kontrak sekarang ini belum apa-apanya, meskipun hanya terdiri dua petak kamar, namun kami sekeluarga dapat hidup bahagia tanpa ada campur tangan dari pihak lain.
Lingkungan tempat tinggal sangat mendukung, sehingga aku merasa betah tinggal disana, meskipun kecil, namun suasana kekeluargaan masyarakatnya perlu dihargai, karena aku belum pernah menjumpai hal seperti itu di Jakarta.

Sedikit demi sedikit aku mulai bisa berkonsentrasi kembali dalam posisiku sebagai Kepala Rumah Tangga memikirkan hal-hal yang terbaik yang aku harus lakukan untuk kelangsungan hubungan kita. Dalam kondisi yang serba pas-pasan kamu masih setia mendampingiku, belum lagi berbagai macam cobaan yang kita alami, membuat kita semakin tegar menjalankan kehidupan kita, namun demikian kita tetap bersyukur karena kita dapat menghadapi dengan tawakal kepada Allah SWT, karena kehidupan kita masih lebih baik dibanding saudara-saudara kita lainnya.

Kadang aku merasa sedih jika mengingat masa-masa indah kehidupan kita di Harare, terlebih anak-anak kita yang selalu membayangkan untuk bisa menikmati kehidupan orang tuanya seperti yang dulu. Aku merasa prihatin jika tidak bisa memenuhi keinginan anak-anak. Sebagai suami aku terus berusaha untuk mendapatkan penghasilan yang mencukupi, dan berbagai upaya telah aku tempuh untuk itu.

Dari mulai melamar pekerjaan pada perusahaan lain, juga menghubungi relasi yang pernah aku kenal.

Allah maha pengasih lagi penyayang dan tidak akan membiarkan umatnya selalu berada didalam kesusahan sehingga diluar dugaanku sebelumnya aku dinyatakan diterima bekerja pada Kedutaan Besar R.I. di Tripoli, aku mengucap puji syukur atas karunia yang diberikan.

Dengan berbagai pertimbangan, akhirnya aku putuskan untuk menerima pekerjaan tersebut, tepatnya tanggal 18 Maret 2004 aku berangkat menuju Tripoli. Lagi-lagi kamu harus berkorban berpisah dengan suami, dan aku berterima kasih atas kepercayaan kamu melepas aku pergi ke Tripoli untuk berpisah sementara waktu dengan kamu dan anak-anak. Hal yang belum pernah aku lakukan selama ini, sungguh berat rasanya, karena selama ini meskipun hidup serba kecukupan, kita selalu hidup bersama-sama dalam sebuah rumah kecil yang sangat menyenangkan. Aku tekadkan niatku untuk dapat lebih membahagiakan kamu dan anak-anak, agar apa yang mereka bayangkan untuk dapat hidup di Luar Negeri dapat terwujud.

Ternyata perpisahan itu memberi makna yang besar bagi kehidupan kita, hingga pada akhirnya aku dapat membawa kamu dan anak-anak ke Tripoli, sungguh merupakan kebahagiaan karena kita dapat berkumpul lebih cepat dari yang kita perkirakan, sehingga kehidupan kita sekarang menjadi normal kembali dengan berkumpulnya kamu dan anak-anak, dan segala aktifitas telah berjalan kembali seperti dahulu.
Dengan kedewasaan berpikir kini kamu lebih tabah untuk berpisah dengan keluarga meskipun hal ini sangat memberatkan, namun demi kesetiaan kamu kepadaku kamu rela berkorban untuk mendampingiku bekerja di Tripoli.

Kini kita telah menginjak tahun ke-18 usia pernikahan kita, dan kita telah melewati 10 tahun pertama dengan baik, kita bersyukur meskipun 18 tahun bukan merupakan waktu yang singkat untuk dapat mempersatukan perbedaan diantara kita, namun atas saling pengertian yang kita tanamkan kita dapat melewatinya dengan baik, dan semoga ini akan terus berlanjut.

Selain dari pada itu, kita kembali mendapatkan kepercayaan memiliki anak. Pada kehamilan anak ketiga kita, kamu masih seperti yang dulu, meskipun diusiamu sekarang ini, kamu masih tetap istri yang setia dan akung terhadap anak-anaknya, dan menghadapi kehamilan dengan penuh semangat, meski dalam kehamilan saat ini kamu merasakan perbedaan dengan kehamilan-kehamilan sebelumnya, aku merasa kamu memang seorang istri yang penuh dengan tanggung-jawab, sehingga sulit rasanya mencari istri yang seperti kamu, meskipun Allah SWT belum mempercayai kita, sehingga kamu mengalami pendarahan di usia kehamilan delapan bulan sehingga anak kita harus lahir premature, dan atas kehendakNya pula dia tidak berumur panjang, kami ikhlas melepas kepergian Faiz semoga menjadi tabungan amal kita diakherat nanti.

Aku persembahkan buku ini sebagai hadiah di Hari Ulang tahunmu yang ke 36, sekaligus sebagai ucapan terima kasihku kepada kamu yang selama ini telah setia mendampingiku, dan telah banyak berkorban, hanya ini hal terbaik yang dapat aku persembahkan kepada kamu, karena kamu telah banyak berarti didalam mengisi waktu-waktu kehidupanku sehingga aku terus bersemangat untuk menggapai masa depan yang lebih gemilang, simpanlah buku ini baik-baik, sebagai bahan renungan mengenai catatan perjalanan kehidupan kita, dan semoga berguna juga untuk anak-anak kita kelak, agar nantinya mereka dapat mengerti arti sebuah kehidupan.

Aku ucapkan SELAMAT ULANG TAHUN, untukmu istriku tercinta, semoga allah SWT senantiasa memberikan kesehatan, kekuatan dan panjang umur, didalam mengarungi samudera kehidupan berumah tangga, semoga perkawinan kita akan kekal sampai Kakek-kakek dan nenek-nenek dan menjadikan keluarga yang sakinah, mawadah waromah.



Tripoli , Medio Juni 2010

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar