KATA PENGANTAR

Ide untuk menulis blog ini datang ketika suatu hari aku melihat-lihat kembali album-album foto keluarga waktu kami berdomisili di Harare, Zimbabwe. Ketika itu anak-anak masih kecili-kecil, sekarang ketika mereka sudah beranjak dewasa, mereka pun banyak bertanya pada saat kami membenahi foto-foto ini, aku langsung sadar bahwa foto ini banyak memiliki kenangan dan mengisahkan pengalaman dan perjalanan hidup aku.

Negeri adalah lokasi yang terasa oleh semua panca indera kita. Saat kaki mulai menapak di suatu tempat, maka semua indera kita merasakan apapun yang bisa dilumat, diserap, dicerna dan dinikmati. Semua dapat direkam oleh otak, kamera dijital, perekam video, untuk kemudian dikeluarkan kelak dalam sebuah cerita perjalanan. Mulut dapat berbicara tentang segala yang telah dirasa, tangan dapat menuliskan semua keasyikan pengalaman yang ada. aku menjadi terinspirasi untuk menulis Otobiografi (pengalamanku ini) yang biasanya hanya ditulis orang terkenal,

Malam ini aku mencoba membongkar-bongkar memori ku yang mengendap dalam kepingan peristiwa kurang lebih 20 tahun yang lalu, yakni permulaan tahun 1987. Tahun itu merupakan awal aku bekerja, sekaligus tahun pertama mengenal Negara lain. Ketika kepingan peristiwa itu berkelebat, aku pun tersenyum simpul, mengenang peristiwa yang telah terjadi 20 tahun yang lalu itu. Ya banyak peristiwa-peristiwa yang telah aku lalui diantaranya ketika saat pertama kali aku naik pesawat dan pergi ke luar negeri.

Tidak terasa waktu ini berjalan sangat cepat rasanya, masih teringat dulu waktu masih balita, kedua orang tua sering mengajak aku jalan2 ke taman remaja (sebelahnya Hi-tech Mall) untuk mencari hiburan di sana supaya aku bisa bersenang-senang, trus waktu beranjak, dari TK, SD, SMP, SMA sayang aku tidak bisa menikmati masa-masa kuliah, dan sekarang sudah lebih dari 25 tahun aku meninggalkan bangku SMA itu dengan masa-masa yang indah. Perjalanan hidup itu banyak sekali lika likunya dan dilalui kadang suka tapi juga tidak sedikit merasakan duka pahitnya hidup ini. Tapi bagaimanapun itu puji syukur kehadirat Illa hi Robbi semua bisa dilalui dengan sebagaimana mestinya.

Terus terang saja aku bukan orang yang pintar menulis, bahkan jauh dari pintar. Semalaman bisa jadi aku merangkai kata-kata, akan tetapi hasilnya bisa jadi hanya sebuah tulisan yang jauh dari bagus yang akhirnya aku corat-coret sendiri "Hhh … menulis itu memang tidak mudah.!" Begitu kata aku berapologi",

.Tulisan aku ini mungkin tidak merupakan kenangan yang indah bagi orang lain. Tapi, bagi aku ini merupakan semacam "memorabilia" artinya suatu peristiwa yang patut dikenang. bertujuan sebagai suatu memori berupa episode hidup seorang yang bernama Hary Sudarmanto.

Sekali aku memang bukan seorang yang pintar menulis, maka pembaca tidak akan dapati tulisan yang bagus dalam buku ini. Akan tetapi aku yakin, suatu saat tulisan aku pasti bagus. Kapan itu ? aku tidak tahu. Ya "asal berani mencoba".

Aku berharap buku ini dapat bermanfaat bagi anak-anakku, kerabat dan teman-teman.

Sekecil apapun yang kita lakukan tetap saja punya arti.

selamat membaca …… !!!!

MENGENAI PENULIS

Hary Sudarmanto lahir di Jakarta tanggal 12 Juni 1965, dari pasangan R.Darwono dan R.A. Sutirahayu, sejak kecil sampai usia 21 tahun, Hary mengikuti orang tuanya yang tinggal di Jakarta, Hary sempat mengenyam pendidikan SD di SDN Cawang Timur Pagi (1971 – 1974) SD Negeri Cipinang Cempedak 09 Pagi (1975 – 1977), SMP Negeri 80 Halim P.K (1978 – 1981).dan SMA Negeri 39 Cijantung, (1981 – 1984) lulus pada usia 19 tahun.



Pengalaman bekerjanya dimulai tahun 1987, pada usia 21 tahun, ketika Hary menjadi Local Staff Sub Bagian Administrasi di Kedutaan Besar RI di Harare, Zimbabwe. Dilingkungan KBRI dia dikenal dengan nama panggilan Toto.

Dengan pendidikannya yang minim Hary berusaha menambah pengetahuan dengan mengikuti berbagai kursus untuk menunjang pekerjaannya sehari-hari, sejak di Harare hingga kini berbagai macam kursus telah diikuti antara lain : English as Foreign Language tahun 1989 di ESB International, Harare, Elementry Word Processing tahun 1990 CCOSA, Harare, Komputer Lotus 1-2-3 dan Word Perfect tahun 1991 Compu Serve, Harare, Beginners Business Communications tahun 1991 Harare Polytechnic, Harare, Introduction to Basic Programming tahun 1992 Sutherland Computer, Harare, Introduction to Dbase III+ tahun 1994 Speciss College, Harare, IATA Ticketing and Reservation tahun 1995 Speciss College di Harare, Akuntansi pada tahun 1998 di Lembaga Pendidikan dan Pembinaan Manajemen, Jakarta.

Selain dari pada itu Hary juga mengikuti berbagai macam pelatihan, training dan seminar yang berkaitan dengan bidang pekerjaan yang pernah dijalaninya diantaranya :

  • Seminar UYHD diselenggarakan di Konsulat Jenderal RI di Cape Town, Afrika Selatan (September 1995) dengan Nara sumber dari Direktorat Jenderal Anggaran Depkeu dan Biro Keuangan Deplu;
  • Sales Systems dalam Bidang Property/Real Estate diselenggarakan oleh ERA Indonesia di Jakarta (Maret 1997);
  • Sosialisasi Terpadu RKA-KL, Pelaksanaan DIPA dan Jabatan Fungsional Diplomat diselengarakan di Hotel Danube (Kedutaan Besar RI) di Bratislava, Slovakia (Desember 2006) dengan nara sumber dari Bapenas, Ditjen Anggaran Depkeu dan Biro Perencanaan dan Organisasi Deplu;
  • Sosialisasi dan Bimetk Sistim Informasi Manajemen Keuangan SIMKEU IV +1 AMD diselenggarakan di Hotel President (Kedutaan Besar RI) di Kyiev, Ukraina (Maret 2007);
  • Pelatihan Sistem Akuntansi Barang Milik Negara (SABMN) diselenggarakan di Hotel Sheraton Media, Jakarta (Mei 2008);
  • Sosialisasi Terpadu Keuangan dan Jabatan Fungsional Diplomat diselenggarakan di Kedutaan Besar RI Kairo, Mesir (Desember 2008) dengan nara sumber Bapenas, BPK dan Biro Keuangan, Deplu;
  • Bimtek Sistem Akuntansi Kuasa Pengguna Anggaran (SAKPA) dan Sosialisasi Sistem Informasi Manajemen Keuangan Real Time diselenggarakan di Konsulat Jenderal RI di Jeddah (Agustus 2009) nara sumber Ditjen Depkeu, Bagian Verifikasi Biro Keuangan, Deplu.

Berbagai pengalaman kerjapun didapatnya sejak mulai dari KBRI Harare pada tahun 1987 hingga terakhir dia dipercaya sebagai Staf Keuangan pada Kedutaan Besar RI di Tripoli, Libya.

Diawali pada bulan Januari 1987 hingga bulan Agustus 1996, Hary mulai bekerja sebagai Pegawai Setempat (Local Staff) pada Kedutaan Besar R.I. di Harare, Zimbabwe, sebagai staff Administrasi Umum dipercaya untuk melaksanakan tugas-tugas guna menunjang aktivitas Kantor Perwakilan yang baru dibuka, Hary mengerjakanya dengan penuh semangat, dan saling bekerja sama sehingga lambat laun menjadikannya seorang yang professional dibidangnya.

Sebagai Staff Administrasi Hary pada mulanya hanya mengerjakan pekerjaan-pekerjaan yang sifatnya ringan diantaranya memelihara, menjaga dan menyimpan file-file yang berhubungan dengan masalah keuangan, membuat payroll gaji Home Staff dan Local Staff, Tunjangan Sewa Rumah, mengetik Surat-surat dinas, yang dijalani selama kurun waktu 3 tahun lamanya. Dengan adanya pergantian pimpinan, oleh pimpinan yang baru, Hary mendapat tugas untuk jenis pekerjaan yang lebih berat, yang selama ini belum pernah diketahui maupun dipelajari, namun berkat kegigihannya dan mempelajarinya secara otodidak ia dapat mengerjakan seluruh tugas-tugas yang telah didelegasikan oleh pimpinannya, atas kecakapannya pimpinan memberikan kepercayaan kepada Hary sebagai Operator Komputer untuk Sistim Informasi Keuangan sekaligus kepadanya dipercaya untuk menjabat sebagai Kasir, sebuah jabatan yang memilik tanggung jawab besar dan termasuk paling tinggi di kalangan sesama Local Staff.

Hary juga dipercaya oleh Pimpinan untuk membantu tugas-tugas dibidang keprotokolan dan telah berhasil membangun networking yang baik dengan instansi Pemerintah maupun swasta setempat yang sangat dirasakan manfaatnya oleh KBRI Harare.

Dengan kecakapan seperti tersebut diatas, atas rekomendasi dari Pimpinan KBRI Harare, pada bulan Mei 1990 Hary diperbantukan kepada Advance Team untuk membuka Kantor Perwakilan RI di Windhoek untuk menyelesaikan pekerjaan Pertanggung Jawaban Keuangan dan Administrasi lainnya selama kurang lebih 1 bulan.

Pekerjaan ini dijalaninya hingga Mei 1996, pada bulan Juni 1996 Hary di rotasi sebagai Staf Bidang Politik untuk membantu tugas-tugas Kepala Bidang Politik dalam membina hubungan diplomatik antar kedua negara, memonitor perkembangan politik dalam negeri Zimbabwe, yang besar pengaruhnya terhadap kepentingan NKRI. Pekerjaan ini dijalaninya selama kurang lebih 3 bulan hingga akhirnya mengundurkan diri pada bulan Agustus 1996.

Dengan pengalaman kerja yang didapat di Zimbabwe, selama ini membuat Hary optimis untuk mendapatkan pekerjaan baru di kampung halamannya sendiri, berbagai lamaran dikirimkan ke berbagai perusahaan, Hary ingin mencari suasana baru, karena timbul kejenuhan setelah sekian lama bekerja dilingkukangan birokrasi pemerintahan.

Sebuah tantangan baru dihadapi oleh Hary ketika dia diterima bekerja sebagai Marketting Executive di sebuah perusahaan Developer (PT. MASA KREASI), jelas ini bertentangan dengan pengalamannya yang lebih banyak berkecimpung di bidang Administrasi dan keuangan.

Sebuah tugas dibebankan kepadanya untuk melaksanakan kebijakan, prosedur dan program penjualan perumahan, mengembangkan dan mengimplementasikan strategi dan aktivitas penjualan, memimpin dan mengkoordinir tim Penjualan dan Pemasaran. Sebagai suatu yang baru tentunya diperlukan pengetahuan tambahan, untuk itu Hary mengikuti Training mengenai Sales Systems dalam bidang Property/Real Estate.

Dengan mengandalkan networking yang dibangunnya dengan instansi Pemerintah maupun swasta dan presentasi-presentasi yang dilakukan, Hary bersama teamnya berhasil meningkatkan penjualan di perusahaan tempatnya bekerja.

Namun pekerjaan ini hanya dijalaninya selama 3 bulan (Maret 1997 – Mei 1997), karena dirasakan oleh Hary kurang pas dengan backgroundnya, hingga akhirnya dia pindah bekerja pada sebuah anak Perusahaan yang cukup ternama, bergerak dalam bidang Informasi & Technology (PT. PANSYSTEMS) Hary diterima bekerja sebagai Satf Keuangan, tanpa kendala yang berarti, segala pekerjaan yang dibebankan dapat diselesaikan dengan baik, mengingat banyak kemiripan dengan pekerjaan sebelumnya ketika di KBRI Harare. Berkat kerjasama yang baik dengan tim penjualan Hary memperoleh penghargaan dari Pimpinan perusahaan, kinerja yang baik ini juga memberikan kesempatan kepadanya untuk mengikuti pendidikan tambahan yang dibiayai perusahaan untuk lebih memperdalam pengetahuannya dalam bidang akuntansi yang erat kaitanya dengan keuangan, selain dari pada itu untuk mengisi kekosongan formasi oleh Pimpinan perusahaan ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas Manajer Keuangan, dengan jabatan ini Hary dipercaya untuk menandatangi cek dan kertas berharga lainnya bersama-sama dengan Direktur Utama (Joint Account), selain itu bertanggung jawab untuk masalah keuangan, Bimbingan dan arahan dari Pimpinan membuat Hary semakin memahami pekerjaannya, sebelum sempat dipromosikan menduduki Jabatan Manager Keuangan, pada bulan Pebruari 2004 Hary mengundurkan diri dari pekerjaannya karena mendapat pekerjaan baru.

.

Pada bulan Maret 2004 Hary pindah bekerja pada Perwakilan RI di Tripoli, sebagai Staf Keuangan

Berkat pengabdiannya selama bekerja di Perwakilan Republik Indonesia selama 15 tahun, Hary memperoleh penghargaan dari Menteri Luar Negeri pada bulan Agustus 2008.

Selama bekerja di KBRI Hary memiliki berbagai pengalaman penugasan ke Negara-negara diantaranya :

  • Namibia, sebagai staff perbantuan di KBRI Windhoek (Mei 1990 – Juli 1990);
  • Mozambique, advance team koordinasi dengan protokol Kemlu mengenai rencana penyerahan surat kepercayaan Dubes baru (1994);
  • South Africa, menghadiri Penataran UYHD utk Perwakilan kawasan Afrika Tengah dan Selatan di KJRI Cape Town (September 1995);
  • Mozambique, mendata WNI untuk keperluan Pemilu di Quilimane (Januari 1996);
  • Tunisia, tugas kurir ke STB Bank Tunis (Januari 2005);
  • Tunisia, tugas kurir ke STB Bank Tunis (Juli 2005);
  • Tunisia, tugas kurir ke STB Bank Tunis (Oktober 2006);
  • Slovakia, menghadiri Sosialisasi RKA-KL, Pelaksanaan DIPA di KBRI Bratislava (Desember 2006);
  • Ukraina, menghadiri Sosialisasi SIMKEU IV+ AMD di KBRI Kyiev (Maret 2007);
  • Inggris, tugas kurir ke Bank Mandiri London (Maret 2008);
  • Inggris, tugas kurir ke Bank Mandiri London (April 2008);
  • Mesir, menghadiri Sosialisasi Keuangan dan JFD di KBRI Kairo (Desember 2008);
  • Saudi Arabia, menghadiri Bimtek SAKPA dan Sosialisasi SIMKEU Real Time di KJRI Jeddah ( Agustus 2009).

Hary juga memiliki pengalaman persidangan dan kepanitiaan diantaranya :

  • Anggota Delegasi Konperensi Menteri-Menteri Penerangan Negara Non Blok (COMINAC II) di Harare (Juni 1987);
  • Anggota Delegasi RI pada Ministerial Meeting of the Co-ordinating Bureau of Non-Aligned Countries di Harare (Mei 1989);
  • Anggota Delegasi RI pada Konperensi Commission on Human Settlements Thirteenth Session di Harare (Mei 1991);
  • Angota Panitia kunjungan kenegaraan Presiden RI (Desember 1991);
  • Angota Panitia pada Rakor para Kepala Perwakilan RI se Afrika Barat, Timur dan Selatan di Harare (Nopember 1995);
  • Anggota Panitia Pameran & Property, di JHCC, Jakarta (April 1997)
  • Anggota Panitia Pameran INDOCOMTECH, di JHCC, Jakarta (Maret 2002)

Kepengurusan dalam organisasi

· Bendahara KORPRI Sub Unit KBRI Harare (Jan 1987 – Juni 1990)

· Anggota PPSLN KBRI Harare (1996)

· Anggota Pengurus PANS CLUB PT. Pansystems (2002 – 2004)

· Anggota KPPSLN KBRI Tripoli (2004)

· Anggota KPPSLN KBRI Tripoli (2008)

· Anggota Pengurus PCI-NU Libya

Lain – lain :

  • Menguasai Komputer Program MS Office : Excell, Word, Accesss, Power Point & Outlook Express;
  • Mengoperasikan / mencari data melalui internet;
  • Menguasai Program Komputer Akuntansi : ACCT, ACCPAC;
  • Menguasai Program SIMKEU Versi III, IV, IV Plus, IV Plus AMD dan Real Time, versi Biro Keuangan Deplu;
  • Menguasai Program SAKPA dan SABMN versi Departemen Keuangan;
  • Mengetik dengan kecepatan 40 kpm
  • Mengemudikan kendaraan

Hary menikah dengan Dwi Yuliani pada tahun 1992 dikaruniai 3 orang anak : Dessy Putri Haryani, Risky Pradika Anhar dan Muhammad Al-Faiz.(alm).

16 Februari 2010

WISATA HATI UMROH


Orang lain bisa saja melaksanakan Ibadah Umroh berulang kali tapi tidak mau bercerita mengenai pengalamannya ini. Kenapa aku yang baru pertama kali kesana sibuk-sibuk menulis dan bercerita. Bagi aku antara orang lain dan diri aku terlalu banyak perbedaan. Mungkin sebagai pegawai rendahan seperti aku peluang ke tanah suci hanya sekali untuk seumur hidup. Mungkin ini yang pertama kali dan terakhir kali buat diri aku. Jadi aku ingin berbagi pengalaman.
Pada akhir bulan Agustus 2009 berkat kehendak-Nya aku bisa menghadiri Bimtek SAKPA dan Sosialisasi SIMKEU Real Time di KJRI Jeddah, karena bulan ini bertepatan dengan bulan Suci Ramadhan, sehingga agak sulit untuk mendapatkan visa masuk ke Saudi Arabia karena banyak umat muslim yang berkunjung ke Jeddah untuk melaksanakan ibadah umroh dibulan suci ini, mungkin sudah rejeki aku dan Allah SWT mengabulkan doa-doa yang selalu aku mohonkan sehabis sholat, hingga segala sesuatu berkenaan dengan rencana kunjungan ke Jeddah berjalan lancar, mulai dari Visa, Tiket dan exit re-entry-nya.
Aku pergi ke Jeddah melalui Jordan, dengan menggunakan pesawat Royal Jordan, transit selama 3 jam di Bandara Queen Alia perjalanan dilanjutkan menuju Jeddah. Sekitar pukul 12 malam waktu setempat pesawat Royal Jordan yang aku tumpangi mendarat di Bandara King Abdul Aziz, bandara yang namanya cukup kesohor diseluruh dunia, karena bandara ini merupakan pintu gerbang bagi seluruh umat muslim di dunia yang ingin melaksanakan ibadah Umrah maupun haji. Aku sendiri sering membaca dan melihat melalui media cetak ataupun elektronik mengenai kesibukan Bandara ini dimusim-musim haji, khususnya untuk jemaah haji Indonesia yang jumlahnya sampai beberapa kloter.
Begitu menuruni tangga pesawat aku mengucap Alhamdulillah akhirnya aku telah tiba dengan selamat dan dapat menginjakkan kaki di Tanah Suci Jeddah.
Aku melangkahkan kaki memasuki airport bus yang sudah menunggu untuk membawa kami menuju terminal kedatangan, subhanallah aku melihat begitu banyak orang yang mengenakan pakaian ihram dan putih, sepertinya mereka ingin melakukan ibadah umrah, terlihat antrian panjang dari beberapa loket imigrasi yang sibuk melayani para pengunjung. Setelah sekian lama mengantri kini tiba giliran aku untuk diperiksa, setelah selesai pemeriksaan aku bergegas menuju tempat bagasi, disana sudah menunggu Pak Imam (staff Protokol/Konsuler KJRI Jeddah), oleh beliau kami diantar ke tempat penginapan di Wisma Nusantara (Wisnu).
Keesokan harinya mengingat Acara Sosialisasi baru dibuka lusa, aku dan teman menggunakan kesempatan ini untuk melaksanakan ibadah umrah, tadinya sempat bingung, namun berkat bantuan seorang teman dari KBRI Yaman (Bpk. Eddy Suryadi), akhirnya kami putuskan hari ini untuk melakukan ibadah umrah dengan menggunakan Bis untuk menuju Mekkah.
Untuk yang pertama kalinya aku menggunakan pakaian ihram di hari itu, kemudian aku membaca niat "Labbaika umrotan" "Kusambut panggilan mu untuk melaksanakan Umroh kemudian dilanjutkan dengan membaca Talbiyah : " Labbaikallahumma labbaik, labbaika la syarika laka labaiik, innal hamda wanni'ma laka wal mulku la syarika laka" Kusambut panggilanmu ya Alllah, ku sambut panggilan Mu, tiada sekutu bagimu ke sambut panggilan Mu. Sesungguhnya segala puji nikmat dan kerajaan adalah milik-Mu tiada sekutu bagi-MU.
Tepat pukul 10 pagi kami meninggalkan Wisnu menuju terminal bis, dengan menggunakan bis Saptco kami bergerak menujuh Mekkah selama dalam perjalanan tak henti-hentinya aku membaca talbiyah dan berdzikir dan berdoa sambil sesekali melihat pemandangan yang dilalui dikanan kiri jalan sepanjang perjalanan Jeddah ke Mekkah hanya bukit-bukit yang gundul dan padang pasir yang dapat aku lihat. Tidak ada perkampungan yag terlihat sepanjang perjalanan . Jika ada rumah pun hanya rumah-rumah yang berbentuk kotak yang dindingnya berbatu bata seperti yang sering aku lihat di Libya.
hingga tiba di suatu tempat bernama Asy Syumaisi (Hudaibiyah) kurang lebih 22km sebelum memasuki kota Mekah, aku melihat tanda batas tanah Haram, dengan perasaaan sedikit haru aku membacanya.
Setelah lebih kurang sejam perjalanan aku Sekitar pukul sepuluh pagi kendaraan kami memasuki kota Mekkah Al Mukaramah. Doa pun didendangkan,“Allohumma haza haramuka wa’ ammuka faharrin lahmi wa dami wa sya’ri wabasyari’ alannar, wa aminiminazabika yauma tab’asu ‘ibadawaj’alni min uliya’ika ahli ta’atika.”
Ya Allah, kota ini adalah tanah haram-Mu dan tempat ini adalah tempat aman-Mu pada hari Engkau membangkitkan kembali hamba-Mu, dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang selalu dekat dan taat kepada-Mu.
, ketika kami tiba azan Dzuhur sedang berkumandang, Masjidil Haram yang indah tampak tak jauh dari terminal bis yang aku tumpangi berhenti. Tidak sabar rasa hati aku untuk segera bersholat dan melihat keindahan Baitullah.
Terlihat para jemaah berduyun – duyun menuju Masjidilharam untuk melaksanakan Sholat Dzuhur berjamaah,
Di kiri kanan jalan aku lihat orang bergegas-gegas menuju ke masjid. Di bahu-bahu jalan dipenuhi dengan mobil-mobil yang pengemudinya juga berhenti untuk menunaikan sholat.
Pak Eddy berusaha menghubungi temannya melalui ponsel untuk membantu kami menjadi pendamping melaksanakan Ibadah Umroh, Pak Eddy sepertinya belum ada jawaban dari temannya itu, akhirnya kami memutuskan untuk melaksanakan Sholat Dzuhur terlebih dahulu.
ternyata daya magis Masjidil Haram sangat mempengaruhi jiwa semua jamaah. Terbukti semuanya ingin bersegera memasuki Masjidil Haram. Hanya beberapa menit saja untuk makan dan membersihkan diri, kami segera berkumpul di pelataran Intercountinental yang dibentangi karpet panjang, dan bisa langsung menuju Rumah Allah itu.
Aku bersama teman-teman terus menuju ke Masjidil Haram semakin dekat dengan masjidil haram semakin tidak sabar rasanya untuk melihat Baitullah.
Namun begitu memasuki pintu Masjid kami dilarang masuk karena Pak Eddy membawa sesuatu yang dilarang untuk oleh-oleh temannya, sehingga kami harus mencari tempat melaksanakan sholat di halaman luar mesjid.
selepas sholat Dzuhur, ketika itu matahari betul-betul berada di atas kepala. Teriknya matahari betul-betul mengujiku hari itu. Aku hampi-hampir tidak dapat menahan kepanasannya, kami bertemu dengan seseorang yang diutus oleh temannya Pak Eddy untuk menemui kami, dari Masjidil Haram kami diajak menuju sebuah Hotel berjarak kurang lebih 600 m, disana kami beristirahat, sambil menunggu datangnya Muthowif (orang yang akan memandu kami melaksanakan Umroh). Menjelang waktu Ashar Pak Adam datang, kemudian kami siap-siap menuju Masjidil Haram. Udara di luar terasa sangat panas sekali, kami berjalan kaki menuju Masjidil Haram.
Kami bergerak memasuki Masjidil Haram. Nuansa ibadah sudah terasa sekali. Manusia memenuhi pelataran, dan berdesak-desakan di pintu masuk. Wajah-wajah askar pun tampak serius sekali, terkesan sangat waspada, hingga melakukan sweeping dengan cermat dan ketat kepada setiap jamaah. Beberapa jamaah yang membawa ponsel atau kamera harus gigit jari dan kecewa. Barangnya baru akan dikembalikan setelah usai beribadah di Masjidil Haram.
Doa memasuki Masjidil Haram tidak lupa dibacakan oleh muthowif Rosidi: “Allahumma anatas-salam, wa minkas-salam wa ilaika ya’ uddus-salam fahayyina rabbana bis-salam, wa adkhinal ya zaljalali wal ikram. Allahumaftah li abwaba rahmatika. Bismillahi walhamdulillahi wassalatu wassalamu’ala rasulillah.”
Ya Allah, Engkau sumber keselamatan dan daripada-Mu jualah datangnya keselamatan dan kepada-Mu kembalinya keselamatan. Maka hidupkanlah kami wahai Tuhan, dengan selamat sejahtera dan masukanlah kami ke dalam surga negeri keselamatan. Maha banyak anugerah-Mu dan Maha Tinggi Engkau, wahai Tuhan yang memiliki keagungan dan kehormatan. Ya Allah, bukanlah untukku pintu-pintu rahmat-Mu. Aku masuk masjid ini dengan nama Allah disertai dengan segala puji bagi Allah serta salawat untuk Rasulullah.
, ini merupakan pengalaman pertama kali buat aku masuk ke mesjid semegah itu. Luar biasa sekali. Yang ajaib adalah saat memasuki ruang dalam Masjid. Tiba-tiba saja, seluruh badan aku seperti diguyur kesejukan yang tak bisa aku lukiskan. Barangkali ini karena penataan interior masjid yang sangat mengagumkan. Kesejukannya terasa hingga menyelimuti tiap molekul jiwa aku. Terlihat jamaah sedang malakukan Sholat dan Tadarus Alquran, beberapa orang tampak berzikir dengan tekun. Tanpa terasa, aku dicekam rasa khusyuk yang menyelinap ke sanubari seperti bisikan ilahi. Ada perasaan aman, tenang dan damai yang luar biasa besarnya. Air mata menggenang di sudut-sudut mata. Aku merasa begitu kecil dan kerdil di hadapan sang pencipta. Sebuah pengalaman yang luar biasa., " Manusia sering lupa tentang keberadaannya. Tanpa sadar hal-hal materiil, jabatan, dan kekuasaan membuat kita larut dalam kesombongan dan keangkuhan. Kita perlu sering diingatkan. Ziarah ke makam dan tempat suci selalu menyadarkan kita bahwa sebagai ciptaan Tuhan, kita sama sekali tidak abadi. Seluruh pengalaman aku di Mekkah, ketika sadar bahwa kita kecil dan tidak abadi, saat itulah kita terbebas dari segala nafsu dan ketamakan. Detik itu juga kita mampu merendahkan diri dan menyerah. Ketika pasrah total, barulah kita merasa diguyur kedamaian yang begitu menyejukkan dan menyeluruh.
Matahari semakin bergerak ke titik kulminasi, tapi cuacanya hangat dan sangat bersahabat. Ada arak-arakan mendung dari arah selatan sana. Kucermati berbagai hal menjelang Kabah… Dan akhirnya!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar