KATA PENGANTAR

Ide untuk menulis blog ini datang ketika suatu hari aku melihat-lihat kembali album-album foto keluarga waktu kami berdomisili di Harare, Zimbabwe. Ketika itu anak-anak masih kecili-kecil, sekarang ketika mereka sudah beranjak dewasa, mereka pun banyak bertanya pada saat kami membenahi foto-foto ini, aku langsung sadar bahwa foto ini banyak memiliki kenangan dan mengisahkan pengalaman dan perjalanan hidup aku.

Negeri adalah lokasi yang terasa oleh semua panca indera kita. Saat kaki mulai menapak di suatu tempat, maka semua indera kita merasakan apapun yang bisa dilumat, diserap, dicerna dan dinikmati. Semua dapat direkam oleh otak, kamera dijital, perekam video, untuk kemudian dikeluarkan kelak dalam sebuah cerita perjalanan. Mulut dapat berbicara tentang segala yang telah dirasa, tangan dapat menuliskan semua keasyikan pengalaman yang ada. aku menjadi terinspirasi untuk menulis Otobiografi (pengalamanku ini) yang biasanya hanya ditulis orang terkenal,

Malam ini aku mencoba membongkar-bongkar memori ku yang mengendap dalam kepingan peristiwa kurang lebih 20 tahun yang lalu, yakni permulaan tahun 1987. Tahun itu merupakan awal aku bekerja, sekaligus tahun pertama mengenal Negara lain. Ketika kepingan peristiwa itu berkelebat, aku pun tersenyum simpul, mengenang peristiwa yang telah terjadi 20 tahun yang lalu itu. Ya banyak peristiwa-peristiwa yang telah aku lalui diantaranya ketika saat pertama kali aku naik pesawat dan pergi ke luar negeri.

Tidak terasa waktu ini berjalan sangat cepat rasanya, masih teringat dulu waktu masih balita, kedua orang tua sering mengajak aku jalan2 ke taman remaja (sebelahnya Hi-tech Mall) untuk mencari hiburan di sana supaya aku bisa bersenang-senang, trus waktu beranjak, dari TK, SD, SMP, SMA sayang aku tidak bisa menikmati masa-masa kuliah, dan sekarang sudah lebih dari 25 tahun aku meninggalkan bangku SMA itu dengan masa-masa yang indah. Perjalanan hidup itu banyak sekali lika likunya dan dilalui kadang suka tapi juga tidak sedikit merasakan duka pahitnya hidup ini. Tapi bagaimanapun itu puji syukur kehadirat Illa hi Robbi semua bisa dilalui dengan sebagaimana mestinya.

Terus terang saja aku bukan orang yang pintar menulis, bahkan jauh dari pintar. Semalaman bisa jadi aku merangkai kata-kata, akan tetapi hasilnya bisa jadi hanya sebuah tulisan yang jauh dari bagus yang akhirnya aku corat-coret sendiri "Hhh … menulis itu memang tidak mudah.!" Begitu kata aku berapologi",

.Tulisan aku ini mungkin tidak merupakan kenangan yang indah bagi orang lain. Tapi, bagi aku ini merupakan semacam "memorabilia" artinya suatu peristiwa yang patut dikenang. bertujuan sebagai suatu memori berupa episode hidup seorang yang bernama Hary Sudarmanto.

Sekali aku memang bukan seorang yang pintar menulis, maka pembaca tidak akan dapati tulisan yang bagus dalam buku ini. Akan tetapi aku yakin, suatu saat tulisan aku pasti bagus. Kapan itu ? aku tidak tahu. Ya "asal berani mencoba".

Aku berharap buku ini dapat bermanfaat bagi anak-anakku, kerabat dan teman-teman.

Sekecil apapun yang kita lakukan tetap saja punya arti.

selamat membaca …… !!!!

MENGENAI PENULIS

Hary Sudarmanto lahir di Jakarta tanggal 12 Juni 1965, dari pasangan R.Darwono dan R.A. Sutirahayu, sejak kecil sampai usia 21 tahun, Hary mengikuti orang tuanya yang tinggal di Jakarta, Hary sempat mengenyam pendidikan SD di SDN Cawang Timur Pagi (1971 – 1974) SD Negeri Cipinang Cempedak 09 Pagi (1975 – 1977), SMP Negeri 80 Halim P.K (1978 – 1981).dan SMA Negeri 39 Cijantung, (1981 – 1984) lulus pada usia 19 tahun.



Pengalaman bekerjanya dimulai tahun 1987, pada usia 21 tahun, ketika Hary menjadi Local Staff Sub Bagian Administrasi di Kedutaan Besar RI di Harare, Zimbabwe. Dilingkungan KBRI dia dikenal dengan nama panggilan Toto.

Dengan pendidikannya yang minim Hary berusaha menambah pengetahuan dengan mengikuti berbagai kursus untuk menunjang pekerjaannya sehari-hari, sejak di Harare hingga kini berbagai macam kursus telah diikuti antara lain : English as Foreign Language tahun 1989 di ESB International, Harare, Elementry Word Processing tahun 1990 CCOSA, Harare, Komputer Lotus 1-2-3 dan Word Perfect tahun 1991 Compu Serve, Harare, Beginners Business Communications tahun 1991 Harare Polytechnic, Harare, Introduction to Basic Programming tahun 1992 Sutherland Computer, Harare, Introduction to Dbase III+ tahun 1994 Speciss College, Harare, IATA Ticketing and Reservation tahun 1995 Speciss College di Harare, Akuntansi pada tahun 1998 di Lembaga Pendidikan dan Pembinaan Manajemen, Jakarta.

Selain dari pada itu Hary juga mengikuti berbagai macam pelatihan, training dan seminar yang berkaitan dengan bidang pekerjaan yang pernah dijalaninya diantaranya :

  • Seminar UYHD diselenggarakan di Konsulat Jenderal RI di Cape Town, Afrika Selatan (September 1995) dengan Nara sumber dari Direktorat Jenderal Anggaran Depkeu dan Biro Keuangan Deplu;
  • Sales Systems dalam Bidang Property/Real Estate diselenggarakan oleh ERA Indonesia di Jakarta (Maret 1997);
  • Sosialisasi Terpadu RKA-KL, Pelaksanaan DIPA dan Jabatan Fungsional Diplomat diselengarakan di Hotel Danube (Kedutaan Besar RI) di Bratislava, Slovakia (Desember 2006) dengan nara sumber dari Bapenas, Ditjen Anggaran Depkeu dan Biro Perencanaan dan Organisasi Deplu;
  • Sosialisasi dan Bimetk Sistim Informasi Manajemen Keuangan SIMKEU IV +1 AMD diselenggarakan di Hotel President (Kedutaan Besar RI) di Kyiev, Ukraina (Maret 2007);
  • Pelatihan Sistem Akuntansi Barang Milik Negara (SABMN) diselenggarakan di Hotel Sheraton Media, Jakarta (Mei 2008);
  • Sosialisasi Terpadu Keuangan dan Jabatan Fungsional Diplomat diselenggarakan di Kedutaan Besar RI Kairo, Mesir (Desember 2008) dengan nara sumber Bapenas, BPK dan Biro Keuangan, Deplu;
  • Bimtek Sistem Akuntansi Kuasa Pengguna Anggaran (SAKPA) dan Sosialisasi Sistem Informasi Manajemen Keuangan Real Time diselenggarakan di Konsulat Jenderal RI di Jeddah (Agustus 2009) nara sumber Ditjen Depkeu, Bagian Verifikasi Biro Keuangan, Deplu.

Berbagai pengalaman kerjapun didapatnya sejak mulai dari KBRI Harare pada tahun 1987 hingga terakhir dia dipercaya sebagai Staf Keuangan pada Kedutaan Besar RI di Tripoli, Libya.

Diawali pada bulan Januari 1987 hingga bulan Agustus 1996, Hary mulai bekerja sebagai Pegawai Setempat (Local Staff) pada Kedutaan Besar R.I. di Harare, Zimbabwe, sebagai staff Administrasi Umum dipercaya untuk melaksanakan tugas-tugas guna menunjang aktivitas Kantor Perwakilan yang baru dibuka, Hary mengerjakanya dengan penuh semangat, dan saling bekerja sama sehingga lambat laun menjadikannya seorang yang professional dibidangnya.

Sebagai Staff Administrasi Hary pada mulanya hanya mengerjakan pekerjaan-pekerjaan yang sifatnya ringan diantaranya memelihara, menjaga dan menyimpan file-file yang berhubungan dengan masalah keuangan, membuat payroll gaji Home Staff dan Local Staff, Tunjangan Sewa Rumah, mengetik Surat-surat dinas, yang dijalani selama kurun waktu 3 tahun lamanya. Dengan adanya pergantian pimpinan, oleh pimpinan yang baru, Hary mendapat tugas untuk jenis pekerjaan yang lebih berat, yang selama ini belum pernah diketahui maupun dipelajari, namun berkat kegigihannya dan mempelajarinya secara otodidak ia dapat mengerjakan seluruh tugas-tugas yang telah didelegasikan oleh pimpinannya, atas kecakapannya pimpinan memberikan kepercayaan kepada Hary sebagai Operator Komputer untuk Sistim Informasi Keuangan sekaligus kepadanya dipercaya untuk menjabat sebagai Kasir, sebuah jabatan yang memilik tanggung jawab besar dan termasuk paling tinggi di kalangan sesama Local Staff.

Hary juga dipercaya oleh Pimpinan untuk membantu tugas-tugas dibidang keprotokolan dan telah berhasil membangun networking yang baik dengan instansi Pemerintah maupun swasta setempat yang sangat dirasakan manfaatnya oleh KBRI Harare.

Dengan kecakapan seperti tersebut diatas, atas rekomendasi dari Pimpinan KBRI Harare, pada bulan Mei 1990 Hary diperbantukan kepada Advance Team untuk membuka Kantor Perwakilan RI di Windhoek untuk menyelesaikan pekerjaan Pertanggung Jawaban Keuangan dan Administrasi lainnya selama kurang lebih 1 bulan.

Pekerjaan ini dijalaninya hingga Mei 1996, pada bulan Juni 1996 Hary di rotasi sebagai Staf Bidang Politik untuk membantu tugas-tugas Kepala Bidang Politik dalam membina hubungan diplomatik antar kedua negara, memonitor perkembangan politik dalam negeri Zimbabwe, yang besar pengaruhnya terhadap kepentingan NKRI. Pekerjaan ini dijalaninya selama kurang lebih 3 bulan hingga akhirnya mengundurkan diri pada bulan Agustus 1996.

Dengan pengalaman kerja yang didapat di Zimbabwe, selama ini membuat Hary optimis untuk mendapatkan pekerjaan baru di kampung halamannya sendiri, berbagai lamaran dikirimkan ke berbagai perusahaan, Hary ingin mencari suasana baru, karena timbul kejenuhan setelah sekian lama bekerja dilingkukangan birokrasi pemerintahan.

Sebuah tantangan baru dihadapi oleh Hary ketika dia diterima bekerja sebagai Marketting Executive di sebuah perusahaan Developer (PT. MASA KREASI), jelas ini bertentangan dengan pengalamannya yang lebih banyak berkecimpung di bidang Administrasi dan keuangan.

Sebuah tugas dibebankan kepadanya untuk melaksanakan kebijakan, prosedur dan program penjualan perumahan, mengembangkan dan mengimplementasikan strategi dan aktivitas penjualan, memimpin dan mengkoordinir tim Penjualan dan Pemasaran. Sebagai suatu yang baru tentunya diperlukan pengetahuan tambahan, untuk itu Hary mengikuti Training mengenai Sales Systems dalam bidang Property/Real Estate.

Dengan mengandalkan networking yang dibangunnya dengan instansi Pemerintah maupun swasta dan presentasi-presentasi yang dilakukan, Hary bersama teamnya berhasil meningkatkan penjualan di perusahaan tempatnya bekerja.

Namun pekerjaan ini hanya dijalaninya selama 3 bulan (Maret 1997 – Mei 1997), karena dirasakan oleh Hary kurang pas dengan backgroundnya, hingga akhirnya dia pindah bekerja pada sebuah anak Perusahaan yang cukup ternama, bergerak dalam bidang Informasi & Technology (PT. PANSYSTEMS) Hary diterima bekerja sebagai Satf Keuangan, tanpa kendala yang berarti, segala pekerjaan yang dibebankan dapat diselesaikan dengan baik, mengingat banyak kemiripan dengan pekerjaan sebelumnya ketika di KBRI Harare. Berkat kerjasama yang baik dengan tim penjualan Hary memperoleh penghargaan dari Pimpinan perusahaan, kinerja yang baik ini juga memberikan kesempatan kepadanya untuk mengikuti pendidikan tambahan yang dibiayai perusahaan untuk lebih memperdalam pengetahuannya dalam bidang akuntansi yang erat kaitanya dengan keuangan, selain dari pada itu untuk mengisi kekosongan formasi oleh Pimpinan perusahaan ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas Manajer Keuangan, dengan jabatan ini Hary dipercaya untuk menandatangi cek dan kertas berharga lainnya bersama-sama dengan Direktur Utama (Joint Account), selain itu bertanggung jawab untuk masalah keuangan, Bimbingan dan arahan dari Pimpinan membuat Hary semakin memahami pekerjaannya, sebelum sempat dipromosikan menduduki Jabatan Manager Keuangan, pada bulan Pebruari 2004 Hary mengundurkan diri dari pekerjaannya karena mendapat pekerjaan baru.

.

Pada bulan Maret 2004 Hary pindah bekerja pada Perwakilan RI di Tripoli, sebagai Staf Keuangan

Berkat pengabdiannya selama bekerja di Perwakilan Republik Indonesia selama 15 tahun, Hary memperoleh penghargaan dari Menteri Luar Negeri pada bulan Agustus 2008.

Selama bekerja di KBRI Hary memiliki berbagai pengalaman penugasan ke Negara-negara diantaranya :

  • Namibia, sebagai staff perbantuan di KBRI Windhoek (Mei 1990 – Juli 1990);
  • Mozambique, advance team koordinasi dengan protokol Kemlu mengenai rencana penyerahan surat kepercayaan Dubes baru (1994);
  • South Africa, menghadiri Penataran UYHD utk Perwakilan kawasan Afrika Tengah dan Selatan di KJRI Cape Town (September 1995);
  • Mozambique, mendata WNI untuk keperluan Pemilu di Quilimane (Januari 1996);
  • Tunisia, tugas kurir ke STB Bank Tunis (Januari 2005);
  • Tunisia, tugas kurir ke STB Bank Tunis (Juli 2005);
  • Tunisia, tugas kurir ke STB Bank Tunis (Oktober 2006);
  • Slovakia, menghadiri Sosialisasi RKA-KL, Pelaksanaan DIPA di KBRI Bratislava (Desember 2006);
  • Ukraina, menghadiri Sosialisasi SIMKEU IV+ AMD di KBRI Kyiev (Maret 2007);
  • Inggris, tugas kurir ke Bank Mandiri London (Maret 2008);
  • Inggris, tugas kurir ke Bank Mandiri London (April 2008);
  • Mesir, menghadiri Sosialisasi Keuangan dan JFD di KBRI Kairo (Desember 2008);
  • Saudi Arabia, menghadiri Bimtek SAKPA dan Sosialisasi SIMKEU Real Time di KJRI Jeddah ( Agustus 2009).

Hary juga memiliki pengalaman persidangan dan kepanitiaan diantaranya :

  • Anggota Delegasi Konperensi Menteri-Menteri Penerangan Negara Non Blok (COMINAC II) di Harare (Juni 1987);
  • Anggota Delegasi RI pada Ministerial Meeting of the Co-ordinating Bureau of Non-Aligned Countries di Harare (Mei 1989);
  • Anggota Delegasi RI pada Konperensi Commission on Human Settlements Thirteenth Session di Harare (Mei 1991);
  • Angota Panitia kunjungan kenegaraan Presiden RI (Desember 1991);
  • Angota Panitia pada Rakor para Kepala Perwakilan RI se Afrika Barat, Timur dan Selatan di Harare (Nopember 1995);
  • Anggota Panitia Pameran & Property, di JHCC, Jakarta (April 1997)
  • Anggota Panitia Pameran INDOCOMTECH, di JHCC, Jakarta (Maret 2002)

Kepengurusan dalam organisasi

· Bendahara KORPRI Sub Unit KBRI Harare (Jan 1987 – Juni 1990)

· Anggota PPSLN KBRI Harare (1996)

· Anggota Pengurus PANS CLUB PT. Pansystems (2002 – 2004)

· Anggota KPPSLN KBRI Tripoli (2004)

· Anggota KPPSLN KBRI Tripoli (2008)

· Anggota Pengurus PCI-NU Libya

Lain – lain :

  • Menguasai Komputer Program MS Office : Excell, Word, Accesss, Power Point & Outlook Express;
  • Mengoperasikan / mencari data melalui internet;
  • Menguasai Program Komputer Akuntansi : ACCT, ACCPAC;
  • Menguasai Program SIMKEU Versi III, IV, IV Plus, IV Plus AMD dan Real Time, versi Biro Keuangan Deplu;
  • Menguasai Program SAKPA dan SABMN versi Departemen Keuangan;
  • Mengetik dengan kecepatan 40 kpm
  • Mengemudikan kendaraan

Hary menikah dengan Dwi Yuliani pada tahun 1992 dikaruniai 3 orang anak : Dessy Putri Haryani, Risky Pradika Anhar dan Muhammad Al-Faiz.(alm).

16 Februari 2010

MEMBUKA PAGI DI BOROBUDUR


Tepat dini hari pesawat Lion Air yang aku tumpangi dari Denpasar mendarat di Lanud Adi Sucipto Yogyakarta.
Aku dan rombongan tiba di bandara Adisucipto Yogyakarta kira-kira pukul 6 pagi WIB, setelah selesai urusan di airport, dipelataran tampak telah menjemput kami sebuah bis pariwisata "BIMO", yang akan membawa aku dan rombongan mengunjungi bebrapa obyek wisata yang terdapat di Yogyakarta, diantaranya adalah Candi Borobudur, Candi Prambanan dan Keraton Yogyakarta. Kami bergegas menuju bis yang akan membawa kami menuju Borobudur, Perjalanan menuju candi hanya memakan waktu + 1 jam, Bersama Mas Kirno (Guide) kami melesat menuju candi.
Ini juga merupakan kunjungan yang pertama kalinya ke Borobudur, meskipun baru sekali ini aku berkunjung kesana namun penuh arti, karena dengan demikian aku dapat mempelajarai kehidupan Sidharta Gautama melalui relief-relief yang terdapat pada dinding candi. Sungguh suatu pengalaman baru yang seru ..!
Borobudur adalah nama sebuah candi Buddha yang terletak di Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Lokasi candi adalah kurang lebih 100 km di sebelah barat daya Semarang dan 40 km di sebelah barat laut Yogyakarta. Candi ini didirikan oleh para penganut agama Buddha Mahayana sekitar tahun 800-an Masehi pada masa pemerintahan wangsa Syailendra.
Nama Borobudur
Banyak teori yang berusaha menjelaskan nama candi ini. Salah satunya menyatakan bahwa nama ini kemungkinan berasal dari kata Sambharabhudhara, yaitu artinya "gunung" (bhudara) di mana di lereng-lerengnya terletak teras-teras. Selain itu terdapat beberapa etimologi rakyat lainnya. Misalkan kata borobudur berasal dari ucapan "para Buddha" yang karena pergeseran bunyi menjadi borobudur. Penjelasan lain ialah bahwa nama ini berasal dari dua kata "bara" dan "beduhur". Kata bara konon berasal dari kata vihara, sementara ada pula penjelasan lain di mana bara berasal dari bahasa Sansekerta yang artinya kompleks candi atau biara dan beduhur artinya ialah "tinggi", atau mengingatkan dalam bahasa Bali yang berarti "di atas". Jadi maksudnya ialah sebuah biara atau asrama yang berada di tanah tinggi.
BERKENALAN DENGAN SIDHARTA
Jangan heran dianggap "basi" jika Anda mendatangi Borobudur sekedar untuk naik ke puncak dan berfoto di atas. Banyak yang belum tahu bahwa mengamati serangkaian batu yang tersusun menjadi kesatuan candi megah inilah letak keasyikan berplesir ke Borobudur. Batu-batu ini merupakan relief (bercerita tentang ajaran agama Budha), yang dipahat pada abad ke-8, berdasarkan beberapa buku kuno, diantaranya bukuLalivastivana. Kita boleh berbangga, karena hanya borobudur yang punya 120 panel relief yang menggambarkan kehidupan Sidharta yang komplet.
Mengunjungi candi yang dibangun 3 abad sebelum Angkot Wat di Kamboja ini bagaikan membaca buku besar tentang ajaran Budhisme. Tapi jika mengamati sendiri, hingga dahi berkerut pun tidak akan membuat aku mengerti jalan cerita pada relief itu. Pahatan berbentuk binatang, dewa dan benda-benda alam, yang penuh makna, bikin penasaran. Untung saja ada Mas Kirno, guide dari Himpuan Pramuwisata Indonesia. Segera saja Mas Kirno aku todong untuk mendongeng.
Ada aturan mengelilingi borobudur, bernama Pradaksina, yakni dimulai dari lantai terbawah. Masuknya dari pintu timur, searah matahari terbit, untk menghormati roh dan agar jiwa mendapat pencerahan. Sebelum naik ketingkat berikut, terlebih dahulu mengelilingi candi searah jarum jam.
Setiap tingkat menggambarkan alam semesta. Lantai dasar disebut Kamadhatu, melambangkan dunia penuh nafsu. Tingkat 2 hingga 6 disebut Rupadhatu, menggambarkan dunia yang dipenuhi nafsu, mulai terkontrol berkat pengamalan ajaran Budhisme. Tingkat 7 hingga puncak disebut Arupadhatu, yakni dunia yang tidak lagi tersentuh nafsu.
Lalu mulailah kami mengikuti Borobudur Intelectual Tour, sesuai aturan. Di lantai dasar aku melihat bagian dasar candi yang disebut Mas Kirno sebagai "kaki-kaki" palsu. Batu-batu polos yang mengelilingi dasar candi itu rupanya menyembunyikan 160 relief ! ini ditemukan tanpa sengaja oleh J.W. Ijzerman, seorang arsitek Belanda di tahun 1885, yang melihat bagian aneh berupa pahatan di antar celah batu polos.
Sebagian "kaki" palsu disebelah tenggara candi lalu dibongkar, agar pengunjung tahu bahwa serangkaian batu polos di dasar candi itu tidak asli. Cerita di relief itu diambil dari buku kuno mengenai hukum karma, Karmawibhangga. Ada yang tentang azab, digambarkan melalui tiga orang yang wajah rupawannya berubah buruk akibat menyebarkan aib sesamanya Wah, rupanya di abad ke-8 orang sudah bergosip!.
Tingkat kedua candi menyimpan banyak cerita seru tentang Sidharta, mulai dari proses kelahiran hingga mengalami 570 kali reinkarnasi sepanjang hidupnya. Rupanya, sejak kecil Sidharta sudah sakti. Dengan membaca relief dibawah panduan Mas Kirno, terlihat bahwa bayi Sidharta lahir melalui sisi samping paha Ratu Dewi Maya. Di panel berikutnya, terlihat bayi Sidharta langsung bisa berjalan dan pada 7 langkah pertamanya, tumbuh bunga teratai. Ada pula saat Sidhartha bereinkarnasi menjadi rusa berkaki delapan.
"Berwujud rusa ajaib, Sidharta diburu oleh bangsawan yang tengah berkuda di hutan. Walau diburu nafsu dan bertunggangkan kuda besar, bangsawan kalah cepat oleh kelihaian rusa, lalu terjerembab ke sungai. Lagi-lagi, bermodal kehebatan delpan kakinya, rus adengan luwes menolong bangsawan tersebut tanpa dendam," tutur Mas Kirno.
Mengitari candi searah jarum jam, aku tertarik pada relief berpahat kera-kera bermuka panic. Rupanya, pohon tempat para kera bernaung adalah pohon berbuah lezat incaran raja istana. Geram pada kera yang tidak beranjak dari pohon, raja yang tengah "ngidam" buah memerintahkan para pembantu untuk memanah dna melempar tombak ke arah kera. Mustahil pmenuruni pohon, para kera lalu "menyeberang" ke pohon lainnya menggunakn jembatan dari ekor panjang raja kera yangmerupakan reinkarnasi Sidharta. Namun karena jumlah kera terlalu banyak, raja kera terjatuh ke tanah akibat keletihan, lalu mati. "Pesan moralnya, bantuan dan pengorbanan itu melebihi segalanya." Jelas Mas Kirno, yang menghabiskan msa kecilnya bermain petak umpet disini.
Saat berusia 19 tahun, Sidharta sudah bikin patah hati banyak wanita. Saat menjalani fase sebagai raja tampan yang tengah mencari jodoh, ia langsung disambut antrean kaum hawa diistana. Namun saat pembagian cendera mata, tak ada yang berani menatap Sidharta, karena khawatir wajah matre mereka terbaca olehnya. Hanya tamu terakhir di malam itu, seorang putrid suci Yashodara, yang berani menatapnya. Spontan raja menjatuhkan pilihannya pada putrid Yashodara, yang dibuku kuno dikisahkan menjadi satu-satunya orang yang pernah melihat wajah Sidharta, semasa reinkarnasinya sebagai raja tampan.
MENUJU NIRWANA
Kami lalu mengikuti Mas Kirno kea rah atas, sempat berhenti di tingkat 4, menyaksikan relief tentang sosok bernama Maitreya. "Pendeta-pendeta Budha dari Nepal yang pernah aku temui, berkata, setiap 5000 tahun sekali akan ada orang Budha yang mendapat pencerahan tertinggi . Walau kedatangan Maitreya akan diwarnai pertentangan, dialah yang akan menggantikan Sidharta," Ucap Mas Kirno. Pahatan tangan Maitreya terlihat berada dalam sikap tangan witarka Mudra (artinya memberikan pengajaran).
Relief di tingkat 6 menggambarkan transis dari alam Rupadhatu ke Arupadhatu. Di tingkat 7, relief yang bercerita tentang gejolak kehidupan tergantikan oleh stupa-stupa besar dengan patung Budha. Dari sini hingga ke tinggkat 9 melambangkan surga bagi kaum Budha. Surga itu bukanlah sebuah tempat khusus, melainkan suasana yang tercipta didalam hati.
Ooh, pantas saja, ketika berdiri tepat di titik ini, aku merasa amat tenang dan damai ….. Surga yang digambarkan disini tidak seperti syurga yang kitra bayangkan di alam baka, karena patung Sidharta bersikap tangan Dharmacakra Mudra, yang artinya masih adanya pergerakan dalam roda kehidupan.
Ukuran patung Budha yang besar di dalam stupa rupanya dibuat dari satu bongkah uth batu Gunung Merapi. Oleh pekerja-pekerja Raja Samaratungga di masa Dinasti Syailendra, 2 juta bongkah batu diseret sejauh 50 kilometer dari gunung, menggunakan bantuan tenaga gajah dan kuda. Seperti pemasangan batu-batu lain, stupa dikunci ke dalam posisi, menggunakan sistem semacam jigsaw puzzle atau lego! Wuihh, canggih!.
Bentuk stupa yang menyerupai bel adalah desain Sidharta untuk menempatkan abu kremasinya saat ia wafat nanti. " Didepan umatnya, instruksi Sidharta dimulai dengan melepas lapisan terluar dari enam lapis jubahnya, dilipat, lalu ditaruh di tanah. Jika melihat pahatan bunga lotus di sekeliling dasar stupa, inilah perlambang jubah terlipat tersebut. Sebuah mangkuk lalu ditaruh diatas jubah dalam posisi tertelungkup untuk menutupi abu dirinya nanti. Terakhir tongkat yang dibawanya, ditaruh diatas mangkuk secara vertical. " jelas Mas Kirno.
Diantara 73 stupa, ada stupa terkenal tanpa bagian atas stupa, sehingga menampakkan patung Budha didalamnya. Kepala patung ini rupanya sempat hilang, namun di sambung kembali pada pada saat restorasi UNESCO di tahun 1973 – 1980.
Aku bergerak menuju kearah stupa dengan patung Budha yang oleh orang-orang non Budhis dijuluki Kunto Bimo. Entah mengapa, tokoh Bima dari cerita Ramayana menjadi sebutan untuk patung Budha yang sebenarnya adalah Sidharta. " Katanya di stupa ini banyak yang menaruh koin atau bunga kenanga sebagai tanda keberuntungan. Jika bisa menyentuh badan sang Budha, cita-cita kita bisa terwujud." Kata Mas Kirno.
Stupa yang pantas diabadikan adalah stupa induk, yakni stupa tak berpatung Budha dipuncak candi. Stupa ini adalah tempat akhir Sidharta saat mencapai wujud sempurnanya sebagai Sang Budha. Saat terjadi gempa, dinding sebelah timur stupa induk ini runtuh, menampakan sebuah ruang kosong di dalamnya. Kekosongan ini dibuat sengaja untuk mencerminkan jiwa Sang Budha yang tidak lagi memiliki nafsu.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar