KATA PENGANTAR

Ide untuk menulis blog ini datang ketika suatu hari aku melihat-lihat kembali album-album foto keluarga waktu kami berdomisili di Harare, Zimbabwe. Ketika itu anak-anak masih kecili-kecil, sekarang ketika mereka sudah beranjak dewasa, mereka pun banyak bertanya pada saat kami membenahi foto-foto ini, aku langsung sadar bahwa foto ini banyak memiliki kenangan dan mengisahkan pengalaman dan perjalanan hidup aku.

Negeri adalah lokasi yang terasa oleh semua panca indera kita. Saat kaki mulai menapak di suatu tempat, maka semua indera kita merasakan apapun yang bisa dilumat, diserap, dicerna dan dinikmati. Semua dapat direkam oleh otak, kamera dijital, perekam video, untuk kemudian dikeluarkan kelak dalam sebuah cerita perjalanan. Mulut dapat berbicara tentang segala yang telah dirasa, tangan dapat menuliskan semua keasyikan pengalaman yang ada. aku menjadi terinspirasi untuk menulis Otobiografi (pengalamanku ini) yang biasanya hanya ditulis orang terkenal,

Malam ini aku mencoba membongkar-bongkar memori ku yang mengendap dalam kepingan peristiwa kurang lebih 20 tahun yang lalu, yakni permulaan tahun 1987. Tahun itu merupakan awal aku bekerja, sekaligus tahun pertama mengenal Negara lain. Ketika kepingan peristiwa itu berkelebat, aku pun tersenyum simpul, mengenang peristiwa yang telah terjadi 20 tahun yang lalu itu. Ya banyak peristiwa-peristiwa yang telah aku lalui diantaranya ketika saat pertama kali aku naik pesawat dan pergi ke luar negeri.

Tidak terasa waktu ini berjalan sangat cepat rasanya, masih teringat dulu waktu masih balita, kedua orang tua sering mengajak aku jalan2 ke taman remaja (sebelahnya Hi-tech Mall) untuk mencari hiburan di sana supaya aku bisa bersenang-senang, trus waktu beranjak, dari TK, SD, SMP, SMA sayang aku tidak bisa menikmati masa-masa kuliah, dan sekarang sudah lebih dari 25 tahun aku meninggalkan bangku SMA itu dengan masa-masa yang indah. Perjalanan hidup itu banyak sekali lika likunya dan dilalui kadang suka tapi juga tidak sedikit merasakan duka pahitnya hidup ini. Tapi bagaimanapun itu puji syukur kehadirat Illa hi Robbi semua bisa dilalui dengan sebagaimana mestinya.

Terus terang saja aku bukan orang yang pintar menulis, bahkan jauh dari pintar. Semalaman bisa jadi aku merangkai kata-kata, akan tetapi hasilnya bisa jadi hanya sebuah tulisan yang jauh dari bagus yang akhirnya aku corat-coret sendiri "Hhh … menulis itu memang tidak mudah.!" Begitu kata aku berapologi",

.Tulisan aku ini mungkin tidak merupakan kenangan yang indah bagi orang lain. Tapi, bagi aku ini merupakan semacam "memorabilia" artinya suatu peristiwa yang patut dikenang. bertujuan sebagai suatu memori berupa episode hidup seorang yang bernama Hary Sudarmanto.

Sekali aku memang bukan seorang yang pintar menulis, maka pembaca tidak akan dapati tulisan yang bagus dalam buku ini. Akan tetapi aku yakin, suatu saat tulisan aku pasti bagus. Kapan itu ? aku tidak tahu. Ya "asal berani mencoba".

Aku berharap buku ini dapat bermanfaat bagi anak-anakku, kerabat dan teman-teman.

Sekecil apapun yang kita lakukan tetap saja punya arti.

selamat membaca …… !!!!

MENGENAI PENULIS

Hary Sudarmanto lahir di Jakarta tanggal 12 Juni 1965, dari pasangan R.Darwono dan R.A. Sutirahayu, sejak kecil sampai usia 21 tahun, Hary mengikuti orang tuanya yang tinggal di Jakarta, Hary sempat mengenyam pendidikan SD di SDN Cawang Timur Pagi (1971 – 1974) SD Negeri Cipinang Cempedak 09 Pagi (1975 – 1977), SMP Negeri 80 Halim P.K (1978 – 1981).dan SMA Negeri 39 Cijantung, (1981 – 1984) lulus pada usia 19 tahun.



Pengalaman bekerjanya dimulai tahun 1987, pada usia 21 tahun, ketika Hary menjadi Local Staff Sub Bagian Administrasi di Kedutaan Besar RI di Harare, Zimbabwe. Dilingkungan KBRI dia dikenal dengan nama panggilan Toto.

Dengan pendidikannya yang minim Hary berusaha menambah pengetahuan dengan mengikuti berbagai kursus untuk menunjang pekerjaannya sehari-hari, sejak di Harare hingga kini berbagai macam kursus telah diikuti antara lain : English as Foreign Language tahun 1989 di ESB International, Harare, Elementry Word Processing tahun 1990 CCOSA, Harare, Komputer Lotus 1-2-3 dan Word Perfect tahun 1991 Compu Serve, Harare, Beginners Business Communications tahun 1991 Harare Polytechnic, Harare, Introduction to Basic Programming tahun 1992 Sutherland Computer, Harare, Introduction to Dbase III+ tahun 1994 Speciss College, Harare, IATA Ticketing and Reservation tahun 1995 Speciss College di Harare, Akuntansi pada tahun 1998 di Lembaga Pendidikan dan Pembinaan Manajemen, Jakarta.

Selain dari pada itu Hary juga mengikuti berbagai macam pelatihan, training dan seminar yang berkaitan dengan bidang pekerjaan yang pernah dijalaninya diantaranya :

  • Seminar UYHD diselenggarakan di Konsulat Jenderal RI di Cape Town, Afrika Selatan (September 1995) dengan Nara sumber dari Direktorat Jenderal Anggaran Depkeu dan Biro Keuangan Deplu;
  • Sales Systems dalam Bidang Property/Real Estate diselenggarakan oleh ERA Indonesia di Jakarta (Maret 1997);
  • Sosialisasi Terpadu RKA-KL, Pelaksanaan DIPA dan Jabatan Fungsional Diplomat diselengarakan di Hotel Danube (Kedutaan Besar RI) di Bratislava, Slovakia (Desember 2006) dengan nara sumber dari Bapenas, Ditjen Anggaran Depkeu dan Biro Perencanaan dan Organisasi Deplu;
  • Sosialisasi dan Bimetk Sistim Informasi Manajemen Keuangan SIMKEU IV +1 AMD diselenggarakan di Hotel President (Kedutaan Besar RI) di Kyiev, Ukraina (Maret 2007);
  • Pelatihan Sistem Akuntansi Barang Milik Negara (SABMN) diselenggarakan di Hotel Sheraton Media, Jakarta (Mei 2008);
  • Sosialisasi Terpadu Keuangan dan Jabatan Fungsional Diplomat diselenggarakan di Kedutaan Besar RI Kairo, Mesir (Desember 2008) dengan nara sumber Bapenas, BPK dan Biro Keuangan, Deplu;
  • Bimtek Sistem Akuntansi Kuasa Pengguna Anggaran (SAKPA) dan Sosialisasi Sistem Informasi Manajemen Keuangan Real Time diselenggarakan di Konsulat Jenderal RI di Jeddah (Agustus 2009) nara sumber Ditjen Depkeu, Bagian Verifikasi Biro Keuangan, Deplu.

Berbagai pengalaman kerjapun didapatnya sejak mulai dari KBRI Harare pada tahun 1987 hingga terakhir dia dipercaya sebagai Staf Keuangan pada Kedutaan Besar RI di Tripoli, Libya.

Diawali pada bulan Januari 1987 hingga bulan Agustus 1996, Hary mulai bekerja sebagai Pegawai Setempat (Local Staff) pada Kedutaan Besar R.I. di Harare, Zimbabwe, sebagai staff Administrasi Umum dipercaya untuk melaksanakan tugas-tugas guna menunjang aktivitas Kantor Perwakilan yang baru dibuka, Hary mengerjakanya dengan penuh semangat, dan saling bekerja sama sehingga lambat laun menjadikannya seorang yang professional dibidangnya.

Sebagai Staff Administrasi Hary pada mulanya hanya mengerjakan pekerjaan-pekerjaan yang sifatnya ringan diantaranya memelihara, menjaga dan menyimpan file-file yang berhubungan dengan masalah keuangan, membuat payroll gaji Home Staff dan Local Staff, Tunjangan Sewa Rumah, mengetik Surat-surat dinas, yang dijalani selama kurun waktu 3 tahun lamanya. Dengan adanya pergantian pimpinan, oleh pimpinan yang baru, Hary mendapat tugas untuk jenis pekerjaan yang lebih berat, yang selama ini belum pernah diketahui maupun dipelajari, namun berkat kegigihannya dan mempelajarinya secara otodidak ia dapat mengerjakan seluruh tugas-tugas yang telah didelegasikan oleh pimpinannya, atas kecakapannya pimpinan memberikan kepercayaan kepada Hary sebagai Operator Komputer untuk Sistim Informasi Keuangan sekaligus kepadanya dipercaya untuk menjabat sebagai Kasir, sebuah jabatan yang memilik tanggung jawab besar dan termasuk paling tinggi di kalangan sesama Local Staff.

Hary juga dipercaya oleh Pimpinan untuk membantu tugas-tugas dibidang keprotokolan dan telah berhasil membangun networking yang baik dengan instansi Pemerintah maupun swasta setempat yang sangat dirasakan manfaatnya oleh KBRI Harare.

Dengan kecakapan seperti tersebut diatas, atas rekomendasi dari Pimpinan KBRI Harare, pada bulan Mei 1990 Hary diperbantukan kepada Advance Team untuk membuka Kantor Perwakilan RI di Windhoek untuk menyelesaikan pekerjaan Pertanggung Jawaban Keuangan dan Administrasi lainnya selama kurang lebih 1 bulan.

Pekerjaan ini dijalaninya hingga Mei 1996, pada bulan Juni 1996 Hary di rotasi sebagai Staf Bidang Politik untuk membantu tugas-tugas Kepala Bidang Politik dalam membina hubungan diplomatik antar kedua negara, memonitor perkembangan politik dalam negeri Zimbabwe, yang besar pengaruhnya terhadap kepentingan NKRI. Pekerjaan ini dijalaninya selama kurang lebih 3 bulan hingga akhirnya mengundurkan diri pada bulan Agustus 1996.

Dengan pengalaman kerja yang didapat di Zimbabwe, selama ini membuat Hary optimis untuk mendapatkan pekerjaan baru di kampung halamannya sendiri, berbagai lamaran dikirimkan ke berbagai perusahaan, Hary ingin mencari suasana baru, karena timbul kejenuhan setelah sekian lama bekerja dilingkukangan birokrasi pemerintahan.

Sebuah tantangan baru dihadapi oleh Hary ketika dia diterima bekerja sebagai Marketting Executive di sebuah perusahaan Developer (PT. MASA KREASI), jelas ini bertentangan dengan pengalamannya yang lebih banyak berkecimpung di bidang Administrasi dan keuangan.

Sebuah tugas dibebankan kepadanya untuk melaksanakan kebijakan, prosedur dan program penjualan perumahan, mengembangkan dan mengimplementasikan strategi dan aktivitas penjualan, memimpin dan mengkoordinir tim Penjualan dan Pemasaran. Sebagai suatu yang baru tentunya diperlukan pengetahuan tambahan, untuk itu Hary mengikuti Training mengenai Sales Systems dalam bidang Property/Real Estate.

Dengan mengandalkan networking yang dibangunnya dengan instansi Pemerintah maupun swasta dan presentasi-presentasi yang dilakukan, Hary bersama teamnya berhasil meningkatkan penjualan di perusahaan tempatnya bekerja.

Namun pekerjaan ini hanya dijalaninya selama 3 bulan (Maret 1997 – Mei 1997), karena dirasakan oleh Hary kurang pas dengan backgroundnya, hingga akhirnya dia pindah bekerja pada sebuah anak Perusahaan yang cukup ternama, bergerak dalam bidang Informasi & Technology (PT. PANSYSTEMS) Hary diterima bekerja sebagai Satf Keuangan, tanpa kendala yang berarti, segala pekerjaan yang dibebankan dapat diselesaikan dengan baik, mengingat banyak kemiripan dengan pekerjaan sebelumnya ketika di KBRI Harare. Berkat kerjasama yang baik dengan tim penjualan Hary memperoleh penghargaan dari Pimpinan perusahaan, kinerja yang baik ini juga memberikan kesempatan kepadanya untuk mengikuti pendidikan tambahan yang dibiayai perusahaan untuk lebih memperdalam pengetahuannya dalam bidang akuntansi yang erat kaitanya dengan keuangan, selain dari pada itu untuk mengisi kekosongan formasi oleh Pimpinan perusahaan ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas Manajer Keuangan, dengan jabatan ini Hary dipercaya untuk menandatangi cek dan kertas berharga lainnya bersama-sama dengan Direktur Utama (Joint Account), selain itu bertanggung jawab untuk masalah keuangan, Bimbingan dan arahan dari Pimpinan membuat Hary semakin memahami pekerjaannya, sebelum sempat dipromosikan menduduki Jabatan Manager Keuangan, pada bulan Pebruari 2004 Hary mengundurkan diri dari pekerjaannya karena mendapat pekerjaan baru.

.

Pada bulan Maret 2004 Hary pindah bekerja pada Perwakilan RI di Tripoli, sebagai Staf Keuangan

Berkat pengabdiannya selama bekerja di Perwakilan Republik Indonesia selama 15 tahun, Hary memperoleh penghargaan dari Menteri Luar Negeri pada bulan Agustus 2008.

Selama bekerja di KBRI Hary memiliki berbagai pengalaman penugasan ke Negara-negara diantaranya :

  • Namibia, sebagai staff perbantuan di KBRI Windhoek (Mei 1990 – Juli 1990);
  • Mozambique, advance team koordinasi dengan protokol Kemlu mengenai rencana penyerahan surat kepercayaan Dubes baru (1994);
  • South Africa, menghadiri Penataran UYHD utk Perwakilan kawasan Afrika Tengah dan Selatan di KJRI Cape Town (September 1995);
  • Mozambique, mendata WNI untuk keperluan Pemilu di Quilimane (Januari 1996);
  • Tunisia, tugas kurir ke STB Bank Tunis (Januari 2005);
  • Tunisia, tugas kurir ke STB Bank Tunis (Juli 2005);
  • Tunisia, tugas kurir ke STB Bank Tunis (Oktober 2006);
  • Slovakia, menghadiri Sosialisasi RKA-KL, Pelaksanaan DIPA di KBRI Bratislava (Desember 2006);
  • Ukraina, menghadiri Sosialisasi SIMKEU IV+ AMD di KBRI Kyiev (Maret 2007);
  • Inggris, tugas kurir ke Bank Mandiri London (Maret 2008);
  • Inggris, tugas kurir ke Bank Mandiri London (April 2008);
  • Mesir, menghadiri Sosialisasi Keuangan dan JFD di KBRI Kairo (Desember 2008);
  • Saudi Arabia, menghadiri Bimtek SAKPA dan Sosialisasi SIMKEU Real Time di KJRI Jeddah ( Agustus 2009).

Hary juga memiliki pengalaman persidangan dan kepanitiaan diantaranya :

  • Anggota Delegasi Konperensi Menteri-Menteri Penerangan Negara Non Blok (COMINAC II) di Harare (Juni 1987);
  • Anggota Delegasi RI pada Ministerial Meeting of the Co-ordinating Bureau of Non-Aligned Countries di Harare (Mei 1989);
  • Anggota Delegasi RI pada Konperensi Commission on Human Settlements Thirteenth Session di Harare (Mei 1991);
  • Angota Panitia kunjungan kenegaraan Presiden RI (Desember 1991);
  • Angota Panitia pada Rakor para Kepala Perwakilan RI se Afrika Barat, Timur dan Selatan di Harare (Nopember 1995);
  • Anggota Panitia Pameran & Property, di JHCC, Jakarta (April 1997)
  • Anggota Panitia Pameran INDOCOMTECH, di JHCC, Jakarta (Maret 2002)

Kepengurusan dalam organisasi

· Bendahara KORPRI Sub Unit KBRI Harare (Jan 1987 – Juni 1990)

· Anggota PPSLN KBRI Harare (1996)

· Anggota Pengurus PANS CLUB PT. Pansystems (2002 – 2004)

· Anggota KPPSLN KBRI Tripoli (2004)

· Anggota KPPSLN KBRI Tripoli (2008)

· Anggota Pengurus PCI-NU Libya

Lain – lain :

  • Menguasai Komputer Program MS Office : Excell, Word, Accesss, Power Point & Outlook Express;
  • Mengoperasikan / mencari data melalui internet;
  • Menguasai Program Komputer Akuntansi : ACCT, ACCPAC;
  • Menguasai Program SIMKEU Versi III, IV, IV Plus, IV Plus AMD dan Real Time, versi Biro Keuangan Deplu;
  • Menguasai Program SAKPA dan SABMN versi Departemen Keuangan;
  • Mengetik dengan kecepatan 40 kpm
  • Mengemudikan kendaraan

Hary menikah dengan Dwi Yuliani pada tahun 1992 dikaruniai 3 orang anak : Dessy Putri Haryani, Risky Pradika Anhar dan Muhammad Al-Faiz.(alm).

16 Februari 2010

THE MAN MAD RIVER


1 September menandai ulang tahun pembukaan tahap utama Libya's Great Man-Made River Project. Hal ini sangat besar dan sukses skema air hampir tidak dikenal di Barat, namun saingan dan bahkan melampaui semua proyek-proyek pembangunan terbesar kita. Pemimpin apa yang disebut negara-negara maju, Amerika Serikat tidak dapat membawa sendiri untuk mengakui Libya's Great Man-Made River. Barat menolak untuk mengakui bahwa sebuah negara kecil, dengan penduduk tidak lebih dari empat juta, bisa membuat sesuatu yang begitu besar tanpa satu sen pinjaman dari bank internasional.
Sampai baru-baru ini, Libya's suplai air berasal dari sumber air bawah tanah atau tanaman Desalinasi di pantai. Air berasal dari Desalination atau aquifers dekat pantai itu berkualitas rendah dan kadang-kadang undrinkable. Masalah ini juga berarti bahwa sedikit air yang tersedia untuk mengairi lahan untuk pertanian, yang sangat penting di sebagian besar negara gurun.
Tahun 1960-an selama dalam eksplorasi minyak di Libya selatan gurun, bendungan luas yang berisi air berkualitas tinggi ditemukan dalam bentuk aquifers. Yang paling penting aquifers ini, atau air yang membawa batu strata, telah dibebankan menurunkannya pada suatu waktu geologis ketika laut Mediterania mengalir ke arah selatan kaki gunung Tibesti, yang terletak di perbatasan Libya dengan Chad. Selama periode itu laut Mediterania sering bervariasi dalam tingkat, sebagai akibat dari mana, berbagai sedimen deposito dibentuk.
Menyebabkan aktivitas geologi atas tekanan dari formasi pegunungan (Jabal Nefussa dan Jabal Al Akhdar) dan gerakan ke bawah terkait membentuk cekungan bawah tanah alam. Antara 38.000 dan 10.000 tahun yang lalu iklim Afrika Utara beriklim sedang, dan selama waktu itu ada cukup curah hujan di Libya. Kelebihan curah hujan menyusup ke pori-pori batu pasir dan terjebak di antara lapisan-lapisan, membentuk reservoir air tawar bawah tanah.
Di Libya ada empat besar aliran sungai bawah tanah, ini menjadi Kufra baskom, yang Sirt baskom, baskom yang Morzuk dan Hamada baskom, tiga pertama yang berisi gabungan cadangan 35.000 kilometer kubik air. Cadangan yang luas ini menawarkan sejumlah hampir tak terbatas air untuk orang Libya.
Orang-orang Libya di bawah bimbingan pemimpin mereka, Kolonel Muammar Al Qadhafi, mengawali serangkaian kajian ilmiah tentang kemungkinan mengakses lautan luas ini air tawar. Pertimbangan awal diberikan untuk mengembangkan proyek-proyek pertanian baru dekat dengan sumber air, di padang gurun. Namun, disadari bahwa pada skala yang dibutuhkan untuk menyediakan produk untuk swasembada, infrastruktur yang sangat besar organisasi akan diperlukan. Selain ini, redistribusi besar dari populasi dari sabuk pantai akan diperlukan. Alternatif adalah untuk 'membawa air kepada orang-orang'.
Pada bulan Oktober 1983, buatan Great River Authority diciptakan dan menginvestasikan dengan tanggung jawab untuk mengambil air dari sumber air di selatan, dan menyampaikan hal itu oleh yang paling ekonomis dan cara praktis untuk digunakan, terutama untuk irigasi, di pesisir Libya sabuk .
Pada tahun 1996 di Great Man-Made River Project telah mencapai salah satu tahap terakhir, yang tercurah tercemar sebagainya manis air ke rumah-rumah dan kebun-kebun warga ibukota Libya Tripoli. Louis Farrakhan, yang mengambil bagian dalam upacara pembukaan tahap penting ini proyek, menggambarkan Great Man-Made River sebagai "keajaiban lain di padang gurun." Berbicara pada upacara peresmian ke pemirsa yang termasuk Libya dan banyak tamu asing, Kolonel Qadhafi mengatakan proyek "adalah jawaban terbesar ke Amerika ... yang menuduh kita yang peduli dengan terorisme."
The Great Man-Made River, sebagai proyek transportasi air terbesar yang pernah dilakukan, telah digambarkan sebagai "keajaiban kedelapan dunia". Ia membawa lebih dari lima juta meter kubik air per hari melintasi padang gurun untuk daerah pantai, sangat jauh meningkatkan jumlah ditanami. Total biaya proyek besar diharapkan melebihi $ 25 miliar (US).
Terdiri dari jaringan pipa yang terkubur di bawah tanah untuk menghilangkan penguapan, empat meter di diameter, proyek membentang empat ribu kilometer jauh jauh ke padang pasir. Semua materi yang direkayasa dan diproduksi secara lokal. Underground air dipompa dari ratusan sumur 270 meter ke dalam reservoir yang memberi makan jaringan. Biaya satu meter kubik air sama dengan 35 sen. Meter kubik air desalinized adalah $ 3,75. Para ilmuwan memperkirakan jumlah air yang setara dengan 200 tahun aliran air di Sungai Nil.
Tujuan dari orang-orang Arab Libya, yang terkandung di Great River Man-Made proyek, adalah membuat Libya sumber kelimpahan pertanian, mampu menghasilkan makanan yang cukup dan air untuk memasok kebutuhan sendiri dan untuk berbagi dengan negara tetangga. Singkatnya, Sungai secara harfiah Libya's 'makan tiket' untuk swasembada.
Setiap pipa dari proyek sungai dimakamkan di parit sekitar tujuh meter dalam, penggalian yang memerlukan pemindahan 100.000 meter kubik materi setiap hari kerja. Penggalian dilakukan oleh excavator hidrolik besar dilengkapi dengan ember 7,6 meter kubik. Setelah parit telah disiapkan, beton pratekan pipa silinder panjang 7,5 meter dan berbobot sampai 80 ton dibawa ke situs menggunakan beberapa 128 armada transporter yang dirancang khusus.
Pipa yang ditempatkan di parit menggunakan derek besar, mampu mengangkat sampai dengan 450 ton, dan bergabung dengan yang telah meletakkan pipa dengan mendorong mereka ke tempatnya dengan buldoser. Sendi antara pipa disegel menggunakan segel cincin karet dipasang di alur khusus di ujung pipa dan sendi ini sendiri tertutup, baik di dalam maupun di luar pipa, dengan semen grout. Parit kemudian ditimbun, yang meliputi pipa dengan minimal 2 meter material dan memulihkan permukaan padang pasir.
Setelah backfilling, pipa memadai didukung oleh tanah dan dapat hidrostatik diuji. Hal ini memerlukan pemasangan dari bulkheads baja yang dirancang khusus pada setiap akhir bagian ujian dan mengisi barisan dengan air dari sumur bor yang berdekatan dengan kendaraan. Hingga 8 kilometer panjang dari kendaraan yang diuji pada satu waktu, dan, setelah waktu yang cukup memungkinkan untuk beton lapisan pipa untuk menyerap air, jalur ini bertekanan untuk menguji kedua pipa dan sendi.
Pabrik, peralatan dan dukungan logistik untuk proyek ini juga pada skala yang luas. Sekitar 10.000 orang dan 4.500 buah peralatan bekerja pada pekerjaan. Dua ribu lima ratus ton semen per hari yang dipasok oleh Semen Libya Perusahaan dan menarik dalam semen dari 127 armada kapal tanker ke pipa dan Brega tanaman di Sarir.
The Great Man-Made River Project adalah membawa air kepada orang-orang dan menyediakan air untuk kota, industri dan pertanian. Strategi yang bertanggung jawab otoritas Libya yang bertujuan untuk meningkatkan tanaman dan ternak baik produksi sampai pada tingkat yang tertinggi mungkin mencapai tingkat kemandirian dan mengurangi ketergantungan pada impor dari luar negeri ke tingkat terendah. Hal ini juga bertujuan untuk meningkatkan kemampuan produktif angkatan kerja dan modal investasi di sektor, dan pada memproduksi bahan baku bagi industri pengolahan makanan.
Menurut penulis Ali Baghdadi, "sungai adalah pelajaran baru dan contoh dalam perjuangan untuk mencapai swasembada, ketahanan pangan dan kemerdekaan sejati. Tidak ada bangsa yang bergantung pada negara asing untuk memberi makan orang-orang bisa bebas. The Great sungai adalah kemenangan melawan rasa haus dan lapar. Ini adalah kekalahan melawan kebodohan dan keterbelakangan. Hal ini mencerminkan tekad untuk melawan kolonial Libya tekanan, untuk memperoleh teknologi, untuk mengembangkan, untuk memperbaiki kehidupan mereka, dan untuk mengontrol nasib mereka sendiri sesuai dengan kehendak bebas mereka sendiri. "

Tidak ada komentar:

Posting Komentar