KATA PENGANTAR

Ide untuk menulis blog ini datang ketika suatu hari aku melihat-lihat kembali album-album foto keluarga waktu kami berdomisili di Harare, Zimbabwe. Ketika itu anak-anak masih kecili-kecil, sekarang ketika mereka sudah beranjak dewasa, mereka pun banyak bertanya pada saat kami membenahi foto-foto ini, aku langsung sadar bahwa foto ini banyak memiliki kenangan dan mengisahkan pengalaman dan perjalanan hidup aku.

Negeri adalah lokasi yang terasa oleh semua panca indera kita. Saat kaki mulai menapak di suatu tempat, maka semua indera kita merasakan apapun yang bisa dilumat, diserap, dicerna dan dinikmati. Semua dapat direkam oleh otak, kamera dijital, perekam video, untuk kemudian dikeluarkan kelak dalam sebuah cerita perjalanan. Mulut dapat berbicara tentang segala yang telah dirasa, tangan dapat menuliskan semua keasyikan pengalaman yang ada. aku menjadi terinspirasi untuk menulis Otobiografi (pengalamanku ini) yang biasanya hanya ditulis orang terkenal,

Malam ini aku mencoba membongkar-bongkar memori ku yang mengendap dalam kepingan peristiwa kurang lebih 20 tahun yang lalu, yakni permulaan tahun 1987. Tahun itu merupakan awal aku bekerja, sekaligus tahun pertama mengenal Negara lain. Ketika kepingan peristiwa itu berkelebat, aku pun tersenyum simpul, mengenang peristiwa yang telah terjadi 20 tahun yang lalu itu. Ya banyak peristiwa-peristiwa yang telah aku lalui diantaranya ketika saat pertama kali aku naik pesawat dan pergi ke luar negeri.

Tidak terasa waktu ini berjalan sangat cepat rasanya, masih teringat dulu waktu masih balita, kedua orang tua sering mengajak aku jalan2 ke taman remaja (sebelahnya Hi-tech Mall) untuk mencari hiburan di sana supaya aku bisa bersenang-senang, trus waktu beranjak, dari TK, SD, SMP, SMA sayang aku tidak bisa menikmati masa-masa kuliah, dan sekarang sudah lebih dari 25 tahun aku meninggalkan bangku SMA itu dengan masa-masa yang indah. Perjalanan hidup itu banyak sekali lika likunya dan dilalui kadang suka tapi juga tidak sedikit merasakan duka pahitnya hidup ini. Tapi bagaimanapun itu puji syukur kehadirat Illa hi Robbi semua bisa dilalui dengan sebagaimana mestinya.

Terus terang saja aku bukan orang yang pintar menulis, bahkan jauh dari pintar. Semalaman bisa jadi aku merangkai kata-kata, akan tetapi hasilnya bisa jadi hanya sebuah tulisan yang jauh dari bagus yang akhirnya aku corat-coret sendiri "Hhh … menulis itu memang tidak mudah.!" Begitu kata aku berapologi",

.Tulisan aku ini mungkin tidak merupakan kenangan yang indah bagi orang lain. Tapi, bagi aku ini merupakan semacam "memorabilia" artinya suatu peristiwa yang patut dikenang. bertujuan sebagai suatu memori berupa episode hidup seorang yang bernama Hary Sudarmanto.

Sekali aku memang bukan seorang yang pintar menulis, maka pembaca tidak akan dapati tulisan yang bagus dalam buku ini. Akan tetapi aku yakin, suatu saat tulisan aku pasti bagus. Kapan itu ? aku tidak tahu. Ya "asal berani mencoba".

Aku berharap buku ini dapat bermanfaat bagi anak-anakku, kerabat dan teman-teman.

Sekecil apapun yang kita lakukan tetap saja punya arti.

selamat membaca …… !!!!

MENGENAI PENULIS

Hary Sudarmanto lahir di Jakarta tanggal 12 Juni 1965, dari pasangan R.Darwono dan R.A. Sutirahayu, sejak kecil sampai usia 21 tahun, Hary mengikuti orang tuanya yang tinggal di Jakarta, Hary sempat mengenyam pendidikan SD di SDN Cawang Timur Pagi (1971 – 1974) SD Negeri Cipinang Cempedak 09 Pagi (1975 – 1977), SMP Negeri 80 Halim P.K (1978 – 1981).dan SMA Negeri 39 Cijantung, (1981 – 1984) lulus pada usia 19 tahun.



Pengalaman bekerjanya dimulai tahun 1987, pada usia 21 tahun, ketika Hary menjadi Local Staff Sub Bagian Administrasi di Kedutaan Besar RI di Harare, Zimbabwe. Dilingkungan KBRI dia dikenal dengan nama panggilan Toto.

Dengan pendidikannya yang minim Hary berusaha menambah pengetahuan dengan mengikuti berbagai kursus untuk menunjang pekerjaannya sehari-hari, sejak di Harare hingga kini berbagai macam kursus telah diikuti antara lain : English as Foreign Language tahun 1989 di ESB International, Harare, Elementry Word Processing tahun 1990 CCOSA, Harare, Komputer Lotus 1-2-3 dan Word Perfect tahun 1991 Compu Serve, Harare, Beginners Business Communications tahun 1991 Harare Polytechnic, Harare, Introduction to Basic Programming tahun 1992 Sutherland Computer, Harare, Introduction to Dbase III+ tahun 1994 Speciss College, Harare, IATA Ticketing and Reservation tahun 1995 Speciss College di Harare, Akuntansi pada tahun 1998 di Lembaga Pendidikan dan Pembinaan Manajemen, Jakarta.

Selain dari pada itu Hary juga mengikuti berbagai macam pelatihan, training dan seminar yang berkaitan dengan bidang pekerjaan yang pernah dijalaninya diantaranya :

  • Seminar UYHD diselenggarakan di Konsulat Jenderal RI di Cape Town, Afrika Selatan (September 1995) dengan Nara sumber dari Direktorat Jenderal Anggaran Depkeu dan Biro Keuangan Deplu;
  • Sales Systems dalam Bidang Property/Real Estate diselenggarakan oleh ERA Indonesia di Jakarta (Maret 1997);
  • Sosialisasi Terpadu RKA-KL, Pelaksanaan DIPA dan Jabatan Fungsional Diplomat diselengarakan di Hotel Danube (Kedutaan Besar RI) di Bratislava, Slovakia (Desember 2006) dengan nara sumber dari Bapenas, Ditjen Anggaran Depkeu dan Biro Perencanaan dan Organisasi Deplu;
  • Sosialisasi dan Bimetk Sistim Informasi Manajemen Keuangan SIMKEU IV +1 AMD diselenggarakan di Hotel President (Kedutaan Besar RI) di Kyiev, Ukraina (Maret 2007);
  • Pelatihan Sistem Akuntansi Barang Milik Negara (SABMN) diselenggarakan di Hotel Sheraton Media, Jakarta (Mei 2008);
  • Sosialisasi Terpadu Keuangan dan Jabatan Fungsional Diplomat diselenggarakan di Kedutaan Besar RI Kairo, Mesir (Desember 2008) dengan nara sumber Bapenas, BPK dan Biro Keuangan, Deplu;
  • Bimtek Sistem Akuntansi Kuasa Pengguna Anggaran (SAKPA) dan Sosialisasi Sistem Informasi Manajemen Keuangan Real Time diselenggarakan di Konsulat Jenderal RI di Jeddah (Agustus 2009) nara sumber Ditjen Depkeu, Bagian Verifikasi Biro Keuangan, Deplu.

Berbagai pengalaman kerjapun didapatnya sejak mulai dari KBRI Harare pada tahun 1987 hingga terakhir dia dipercaya sebagai Staf Keuangan pada Kedutaan Besar RI di Tripoli, Libya.

Diawali pada bulan Januari 1987 hingga bulan Agustus 1996, Hary mulai bekerja sebagai Pegawai Setempat (Local Staff) pada Kedutaan Besar R.I. di Harare, Zimbabwe, sebagai staff Administrasi Umum dipercaya untuk melaksanakan tugas-tugas guna menunjang aktivitas Kantor Perwakilan yang baru dibuka, Hary mengerjakanya dengan penuh semangat, dan saling bekerja sama sehingga lambat laun menjadikannya seorang yang professional dibidangnya.

Sebagai Staff Administrasi Hary pada mulanya hanya mengerjakan pekerjaan-pekerjaan yang sifatnya ringan diantaranya memelihara, menjaga dan menyimpan file-file yang berhubungan dengan masalah keuangan, membuat payroll gaji Home Staff dan Local Staff, Tunjangan Sewa Rumah, mengetik Surat-surat dinas, yang dijalani selama kurun waktu 3 tahun lamanya. Dengan adanya pergantian pimpinan, oleh pimpinan yang baru, Hary mendapat tugas untuk jenis pekerjaan yang lebih berat, yang selama ini belum pernah diketahui maupun dipelajari, namun berkat kegigihannya dan mempelajarinya secara otodidak ia dapat mengerjakan seluruh tugas-tugas yang telah didelegasikan oleh pimpinannya, atas kecakapannya pimpinan memberikan kepercayaan kepada Hary sebagai Operator Komputer untuk Sistim Informasi Keuangan sekaligus kepadanya dipercaya untuk menjabat sebagai Kasir, sebuah jabatan yang memilik tanggung jawab besar dan termasuk paling tinggi di kalangan sesama Local Staff.

Hary juga dipercaya oleh Pimpinan untuk membantu tugas-tugas dibidang keprotokolan dan telah berhasil membangun networking yang baik dengan instansi Pemerintah maupun swasta setempat yang sangat dirasakan manfaatnya oleh KBRI Harare.

Dengan kecakapan seperti tersebut diatas, atas rekomendasi dari Pimpinan KBRI Harare, pada bulan Mei 1990 Hary diperbantukan kepada Advance Team untuk membuka Kantor Perwakilan RI di Windhoek untuk menyelesaikan pekerjaan Pertanggung Jawaban Keuangan dan Administrasi lainnya selama kurang lebih 1 bulan.

Pekerjaan ini dijalaninya hingga Mei 1996, pada bulan Juni 1996 Hary di rotasi sebagai Staf Bidang Politik untuk membantu tugas-tugas Kepala Bidang Politik dalam membina hubungan diplomatik antar kedua negara, memonitor perkembangan politik dalam negeri Zimbabwe, yang besar pengaruhnya terhadap kepentingan NKRI. Pekerjaan ini dijalaninya selama kurang lebih 3 bulan hingga akhirnya mengundurkan diri pada bulan Agustus 1996.

Dengan pengalaman kerja yang didapat di Zimbabwe, selama ini membuat Hary optimis untuk mendapatkan pekerjaan baru di kampung halamannya sendiri, berbagai lamaran dikirimkan ke berbagai perusahaan, Hary ingin mencari suasana baru, karena timbul kejenuhan setelah sekian lama bekerja dilingkukangan birokrasi pemerintahan.

Sebuah tantangan baru dihadapi oleh Hary ketika dia diterima bekerja sebagai Marketting Executive di sebuah perusahaan Developer (PT. MASA KREASI), jelas ini bertentangan dengan pengalamannya yang lebih banyak berkecimpung di bidang Administrasi dan keuangan.

Sebuah tugas dibebankan kepadanya untuk melaksanakan kebijakan, prosedur dan program penjualan perumahan, mengembangkan dan mengimplementasikan strategi dan aktivitas penjualan, memimpin dan mengkoordinir tim Penjualan dan Pemasaran. Sebagai suatu yang baru tentunya diperlukan pengetahuan tambahan, untuk itu Hary mengikuti Training mengenai Sales Systems dalam bidang Property/Real Estate.

Dengan mengandalkan networking yang dibangunnya dengan instansi Pemerintah maupun swasta dan presentasi-presentasi yang dilakukan, Hary bersama teamnya berhasil meningkatkan penjualan di perusahaan tempatnya bekerja.

Namun pekerjaan ini hanya dijalaninya selama 3 bulan (Maret 1997 – Mei 1997), karena dirasakan oleh Hary kurang pas dengan backgroundnya, hingga akhirnya dia pindah bekerja pada sebuah anak Perusahaan yang cukup ternama, bergerak dalam bidang Informasi & Technology (PT. PANSYSTEMS) Hary diterima bekerja sebagai Satf Keuangan, tanpa kendala yang berarti, segala pekerjaan yang dibebankan dapat diselesaikan dengan baik, mengingat banyak kemiripan dengan pekerjaan sebelumnya ketika di KBRI Harare. Berkat kerjasama yang baik dengan tim penjualan Hary memperoleh penghargaan dari Pimpinan perusahaan, kinerja yang baik ini juga memberikan kesempatan kepadanya untuk mengikuti pendidikan tambahan yang dibiayai perusahaan untuk lebih memperdalam pengetahuannya dalam bidang akuntansi yang erat kaitanya dengan keuangan, selain dari pada itu untuk mengisi kekosongan formasi oleh Pimpinan perusahaan ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas Manajer Keuangan, dengan jabatan ini Hary dipercaya untuk menandatangi cek dan kertas berharga lainnya bersama-sama dengan Direktur Utama (Joint Account), selain itu bertanggung jawab untuk masalah keuangan, Bimbingan dan arahan dari Pimpinan membuat Hary semakin memahami pekerjaannya, sebelum sempat dipromosikan menduduki Jabatan Manager Keuangan, pada bulan Pebruari 2004 Hary mengundurkan diri dari pekerjaannya karena mendapat pekerjaan baru.

.

Pada bulan Maret 2004 Hary pindah bekerja pada Perwakilan RI di Tripoli, sebagai Staf Keuangan

Berkat pengabdiannya selama bekerja di Perwakilan Republik Indonesia selama 15 tahun, Hary memperoleh penghargaan dari Menteri Luar Negeri pada bulan Agustus 2008.

Selama bekerja di KBRI Hary memiliki berbagai pengalaman penugasan ke Negara-negara diantaranya :

  • Namibia, sebagai staff perbantuan di KBRI Windhoek (Mei 1990 – Juli 1990);
  • Mozambique, advance team koordinasi dengan protokol Kemlu mengenai rencana penyerahan surat kepercayaan Dubes baru (1994);
  • South Africa, menghadiri Penataran UYHD utk Perwakilan kawasan Afrika Tengah dan Selatan di KJRI Cape Town (September 1995);
  • Mozambique, mendata WNI untuk keperluan Pemilu di Quilimane (Januari 1996);
  • Tunisia, tugas kurir ke STB Bank Tunis (Januari 2005);
  • Tunisia, tugas kurir ke STB Bank Tunis (Juli 2005);
  • Tunisia, tugas kurir ke STB Bank Tunis (Oktober 2006);
  • Slovakia, menghadiri Sosialisasi RKA-KL, Pelaksanaan DIPA di KBRI Bratislava (Desember 2006);
  • Ukraina, menghadiri Sosialisasi SIMKEU IV+ AMD di KBRI Kyiev (Maret 2007);
  • Inggris, tugas kurir ke Bank Mandiri London (Maret 2008);
  • Inggris, tugas kurir ke Bank Mandiri London (April 2008);
  • Mesir, menghadiri Sosialisasi Keuangan dan JFD di KBRI Kairo (Desember 2008);
  • Saudi Arabia, menghadiri Bimtek SAKPA dan Sosialisasi SIMKEU Real Time di KJRI Jeddah ( Agustus 2009).

Hary juga memiliki pengalaman persidangan dan kepanitiaan diantaranya :

  • Anggota Delegasi Konperensi Menteri-Menteri Penerangan Negara Non Blok (COMINAC II) di Harare (Juni 1987);
  • Anggota Delegasi RI pada Ministerial Meeting of the Co-ordinating Bureau of Non-Aligned Countries di Harare (Mei 1989);
  • Anggota Delegasi RI pada Konperensi Commission on Human Settlements Thirteenth Session di Harare (Mei 1991);
  • Angota Panitia kunjungan kenegaraan Presiden RI (Desember 1991);
  • Angota Panitia pada Rakor para Kepala Perwakilan RI se Afrika Barat, Timur dan Selatan di Harare (Nopember 1995);
  • Anggota Panitia Pameran & Property, di JHCC, Jakarta (April 1997)
  • Anggota Panitia Pameran INDOCOMTECH, di JHCC, Jakarta (Maret 2002)

Kepengurusan dalam organisasi

· Bendahara KORPRI Sub Unit KBRI Harare (Jan 1987 – Juni 1990)

· Anggota PPSLN KBRI Harare (1996)

· Anggota Pengurus PANS CLUB PT. Pansystems (2002 – 2004)

· Anggota KPPSLN KBRI Tripoli (2004)

· Anggota KPPSLN KBRI Tripoli (2008)

· Anggota Pengurus PCI-NU Libya

Lain – lain :

  • Menguasai Komputer Program MS Office : Excell, Word, Accesss, Power Point & Outlook Express;
  • Mengoperasikan / mencari data melalui internet;
  • Menguasai Program Komputer Akuntansi : ACCT, ACCPAC;
  • Menguasai Program SIMKEU Versi III, IV, IV Plus, IV Plus AMD dan Real Time, versi Biro Keuangan Deplu;
  • Menguasai Program SAKPA dan SABMN versi Departemen Keuangan;
  • Mengetik dengan kecepatan 40 kpm
  • Mengemudikan kendaraan

Hary menikah dengan Dwi Yuliani pada tahun 1992 dikaruniai 3 orang anak : Dessy Putri Haryani, Risky Pradika Anhar dan Muhammad Al-Faiz.(alm).

15 Februari 2010

PENGALAMAN BERMAIN DI LAPANGAN GOLF


Pengalaman Memukul bola


Setelah agak mahir aku mulai mencoba bermain di lapangan golf sebenarnya, pagi-pagi ketika matahari belum terbit aku sudah berada di Wingate Club House, sambil menunggu kawan satu flight aku mengambil score-card untuk mengenali lapangan. Lapangan atau yang biasa di sebut Hole No. 1 jaraknya dari Tee-Box yang ditandai dengan bola batu berwarna, ada yang bola batu warna hitam, bola batu warna biru dan bola batu warna putih serta satu lagi Tee-Box khusus untuk wanita berada sekitar 50 meter di depan dengan warna bola batu di cat merah. Di tengah lapangan biasanya rumputnya dipotong halus disebut fair-way, dibagian kanan dan kiri lapangan yang biasanya rumputnya dibiarkan panjang disebut rough atau ada beberapa tempat dibuat rintangan disebut hazard dan Bunker Yang Berisikan Pasir. Sebelum memukul bola aku mengambil latihan senam ringan dan swing beberapa kali untuk melemaskan otot-otot persendian pinggang,


kaki dan tangan.Aku mendapat giliran memukul bola. Aku ambil pemukul Driver no.1. Aku memilih tee yang agak panjang dan meletakan bola diatas tee. Aku letakan kepala pemukul atau club-face berada di belakang bola, kaki dibuka selebar bahu dan berat badan bertumpu di kaki sebelah dalam. Dengan swing yang sempurnya pukulan bolaku dapat melampaui jarak 200 meter, tepuk tangan mengiringi Meluncurnya Bola di fair-way. Jarak pukulan kedua sekitar 170 meter. Aku memilih iron no.4, dengan target bendera yang diatas green. Pukulan yang aku lakukan tidak sempurna sehingga bola jatuh dan menggelinding masuk bunker yang berpasir tebal.

Pukulan bunker
Aku menggunakan pemukul Sand-Wedge, sesuai yang disarankan oleh caddyku, aku berdiri dan menenggelamkan kaki kedalam pasir untuk mendapatkan keseimbangan berdiri yang normal. Club-face posisikan menggantung diatas bola yang tergeletak di pasir, demikian caddyku memberi contoh, biasanya peraturan melarang bola disentuh tongkat pemukul tidak boleh mengenai pasir sebelum memukul bola. Sasaran bendera hanya beberapa meter didepan tetapi terhalang tebing bunker yang tegak. Aku melakukan swing 60% dari kekuatan dan pukulan pasir mengenai persis dibelakang bola dan menyisir tipis pasirnya sehingga bola terangkat dan jatuh di green hanya beberapa inci dari tiang bendera yang menancap di hole No.1. Pukulan bunker bisa berbeda-beda caranya tergantung posisi bolanya, ketika setengah bola tenggelam di pasir aku akan menggunakan cara yang berbeda pula misalnya dengan sedikit menekan gagang pemukul dan menutup posisi club-facenya Dengan Swing 60% saja.

Pukulan Putter Aku ambil pemukul bola di green yang biasa disebut Putter. Putting tampaknya mudah dilakukan, tetapi ada beberapa hal yang bisa merubah arah bola dari sasaran semula karena itu ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Aku coba lakukan latihan putting untuk mengontrol sejauh mana kecepatan bola ketika menggelinding diatas green, sehingga seberapa keras backswing yang diperlukan untuk memukul bola kearah sasaran atau cup. Aku juga membuat garis bayangan menuju titik arah sasaran untuk mengamati seberapa kemiringan dan model kondisi rumputnya.

Permainan di lapangan No.1 selesai dengan jumlah 4 kali pukulan segera aku catat dalam score card, sambil menuju Tee-box No2. dan memperoleh par, karena hole satu adalah par 4. Lapangan No. 2, Par 4, fairway membelok ke kiri di tengah-tengahnya terdapat pepohonan cukup rimbun dan terdapat hazard, para pemain memberikan julukan dog-leg karena lapangan sempit disekitar tee-box, berbelok kekiri kemudian melebar di daerah green. Dalam mengatasi lapangan yang demikian gunakanlah pukulan draw.

Pukulan Draw
Untuk menghasilkan pukulan draw sang caddy mengatakan tidak mudah membuatnya karena bola akan menggelinding ke kiri setelah mendarat di fairway dan menghasilkan jarak pukulan terbaik. Kebanyakan pemain memukul bola menjadi slice, bolanya menggelinding memutar kekanan. Bola slice terjadi biasanya swing dari luar kedalam, sementara instruktur mengatakan swing yang benar adalah dari dalam keluar untuk memperoleh pukulan bola draw. Tetapi yang terpenting bagi pemain menghasilkan pukulan yang baik haruslah menjaga konsistensi.


Aku telah melakukan pukulan dengan driver dan hasilnya sedikit draw kemudian bola mendarat di fairway yang menanjak dan agak miring kekiri. Sekitar lima meter disebelah kiri terdapat pohon cemara setinggi tujuh meter dan jarak bendera di green sekitar 160 meter dari tempat aku berdiri. Posisi bola yang berada di fairway menanjak dan miring kekiri apabila dipukul dengan posisi normal biasanya akan menghasilkan pukulan bola kearah kiri sasaran. Cara mengatasi masalah semacam ini adalah aku menggunakan iron No. 6 berdiri menghadap bola dan tegak lurus dengan sasaran. Posisikan bola lurus dengan tumit kaki kiri sementara itu kaki kanan berada sedikit kebelakang dan swing cukup 70% untuk menghasilkan pukulan yang akurat menuju sasaran yaitu bendera diatas green.



Benar adanya bola mendarat di sebelah kanan green dan menggelinding kearah Pin yang berada di ujung sebelah kiri green sekitar 9 feet dari cup. Green dengan rumput datar sedikit miring kekiri, sehingga sasaran putting aku ambil garis bayangan sekitar 2 bola disebelah kanan cup, sambil memperhatikan kemiringan serta lembabnya green aku putting dengan dorongan swing yang stable, dan bola menggelinding sedikit melengkung masuk cup, aku memperoleh scroe 4 pukulan.

Sambil menuju Hole berikutnya yaitu Hole No.3, Par 5, panjang fairway 495 meter. Didepan Tee Box terdapat water hazard sehingga apabila pukulan top spin pastilah akan masuk ke dalam kolam dan mendapatkan pukulan penalty 1 stroke. Fairway sedikit miring ke kiri dan lembab karena sedang ada penyiraman rumput, disebelah kiri luar fairway terdapat patok merah dan bertuliskan OB (Out of Boundary) sedangkan disebelah kanan luar fairway berderet pohon yang cukup rindang. Di lapangan yang demikian pukulan draw sangat menguntungkan dengan sasaran fairway sebelah kanan, karena akan memperoleh keuntungan bola rolling yang cukup jauh sehingga jarak fairway yang hampir setengah kilometer dapat dijangkau lebih dari setengahnya. Fairway sekitar 300 meter berbelok sedikit kekiri antara jarak tinggal 185 meter lagi dengan green, disebelah kanan dan disebelah kiri depan green terdapat bunker yang tegak.

Untuk memperoleh pukulan driver dengan jarak 275 meter tidak usah nervous atau gugup karena dengan berdiri normal dengan seluruh berat badan bertumpu di kaki sebelah dalam dan swing tidak usah dipaksakan dengan ayunan kebelakang yang seimbang dengan transfer berat badan berbarengan dengan putaran pinggul secara serentak, sementara pegangan grip sedikit ditekan bagian jempol ketika clubhead impact pada bola menyapu tee (divots) sekitar 15 cm (7.5cm didepan tee dan 7.5cm dibelakangnya) disertai follow through yang seimbang sampai habis akan menghasilkan bola yang terbang tidak terlalu tinggi dan jatuhnya draw dengan bola menggelinding ke kiri yang lebih jauh dari sekedar pukulan bola lurus.

Pukulan kedua menggunakan Wood No. 3, posisi bola tergolek di fairway yang miring ke kiri arah sasaran, berarti aku menghadapi fairway yang bergunung bola lebih tinggi dari telapak kaki dan ketika bola dipukul dengan cara biasa akan menuju sebelah kiri sasaran. Berdiri menghadapi bola yang posisinya lebih tinggi dari telapak kaki sasaran tegak lurus berada di sebelah kiri, instruktur menyarankan bukalah kaki selebar bahu, tekuklah lutut kaki kiri sedikit dan biarkan kaki kanan agak tegak, dengan pukulan in-out dan follow through akan menghasilkan jarak pukulan minimal 200 meter, berarti tinggal menggunakan chip untuk memukul bola sampai di atas green.

Pukulan Chip
Pukulan chip yang menghasilkan ketepatan akurasinya caddy menyarankan untuk memperhatikan beberapa hal, atara lain letak bola harus disesuaikan dengan club-face, untuk pukulan yang melambung bola harus diposisikan lurus di depan tumit kaki kiri, sementara apabila pukulan diharapkan untuk rolling bola seyogyanya ditempatkan di tengah antara kedua kaki bahkan lebih lurus dengan tumit kaki kanan sehingga tangan kanan dapat lurus dengan tongkat pemukul bola, demikian pula kaki kiri dibuat terbuka yaitu dengan menyerong. Swing cukup 60% untuk pukulan jarak kurang dari 50 meter dengan follow through.

Selanjunya aku akan memukul bola yang tergeletak di fairway jaraknya sekitar 20 meter menuju sasaran bendera atau pin di green yang lebih tinggi dari fairway, jadi untuk menggunakan pukulan rolling akan beresiko bola kemungkinan menggelinding keluar melewati green, karena itu aku memutuskan untuk memukul bola dengan chip melambung. Aku berdiri menghadap bola, posisi berdiri tegak lurus dengan sasaran, kaki dibuka setengah bahu dan kaki kiri menyerong sehingga tumit lurus dengan bola, swing 50% dengan follow through, hasilnya bola melambung dan jatuhnya back spin (rolling mundur) di green beberapa feet dari cup.

Berikutnya untuk putting aku lebih konsentrasi dengan green yang datar dengan speed ayunan pendulum membuat bola rolling tepat sasaran dengan score birdie, atau 4 pukulan.
Hole berikutnya Hole No. 4; Par 3, jarak tee box dengan green 180 meter, posisi green di atas, angin berhembus melawan arah dengan kecepatan 10 km per jam. Rumput kasar dibiarkan disepanjang lapangan, tidak ada rumput halus seperti fairway, di sisi kiri lapangan terdapat patok merah menancap ditepi parit sebagai batas hazard. Disekitar green terdapat bunker. Di bagian depan sebelah kanan bunker berpasir lembut dan tebal, disebelah kiri bunker yang bedinding tebing setinggi 1.5 meter dengan pasir agak padat.

Menghadapi lapangan atau hole seperti ini, pukulan dengan iron no.5 kekuatan swing cukup 75% bola akan terbang melawan arah angin yang lumayan kencang sehingga membuat jarah pukulan menjadi berkurang karena itu aku memilih iron yang lebih besar dari jarak biasanya. Bola jatuh di bunker kanan, dan tenggelam setengah bola.
Untuk mengatasi masalah bunker yang bolanya tenggelam instruktur menyarankan agar club-face sedikit tertutup, pukulah pasir dibelakang bola (bukan bolanya) menyapu dengan swing 50%, bola akan terangkat bersama pasirnya dan menggelinding diatas green. Konsentrasi dengan baik untuk putting di green agar tidak membuang pukulan di par pendek atau par 3, karena hole pendek mempunyai h’cap stroke besar.
Menuju hole berikutnya Tee-Box No. 5. Sinar matahari dari arah belakang panas mulai sedikit menyengat dan keringat mulai membasahi punggung. Aku mengambil posisi berdiri di tee-box mencoba swing beberapa kali sebelum address sementara caddy memberi isyarat kepada temannya untuk diam dan tidak berisik berbicara karena mengganggu konsentrasi ketika aku sedang mengambil posisi address.
Umumnya pemain golf yang sudah capek akan kehilangan konsentrasi sehingga swing tidak terkontrol dan pukulan mengenai bola tidak terarah pada sasaran, karena itu cobalah swing beberapa kali sebelum address atau mengambil posisi memukul bola.
Ketika address aku selalu kontrol posisi berdiri dengan menekan telapak kaki sebelah dalam supaya keseimbangan badan terjaga dan sedikit menekuk lutut, badan condong kedepan sambil membusungkan dada supaya tulang punggung tetap tegak dan tidak membungkuk, tetap menjaga keseimbangan agar badan tidak goyang ketika melakukan pukulan bola.
Hole No 5, jarak tee-box menuju green 374 meter, par 4 dengan h’cap stroke 2.
Fair way berumput tebal, disebelah kanan terdapat gunung dengan kemiringan tanah 30 derajat, sekitar 25 meter sebelum green. Didepan green sebelah kiri dan kanan terdapat bunker, di belakang green terdapat water hazard.
Mengamati lapangan yang demikian aku memilih sasaran bagian kiri untuk menghindari gundukan gunung tersebut dan aku juga berusaha menghindari bunker, jadi aku harus memukul dengan target 2 kali pukulan bola sudah harus berada di atas green.

Walaupun sasaran sudah terbayangkan tetapi hasil pukulan sedikit slice dan bola jatuh di bagian kanan fairway yang kondisi tanahnya agak kering dan sedikit miring ke kanan. Jarak tembak pukulan kedua sekitar 190 meter. Aku tidak memaksakan tembakan atau pukulan kedua untuk berada diatas green karena medan yang cukup sulit untuk dipaksa dengan tembakan wood no 3. Aku pilih menggunakan iron 6, karena lebih mudah mengendalikan bola dengan kemiringan tanah.
Aku ambil posisi tegak lurus dengan sasaran, aku kondisikan berat badan lebih banyak bertumpu pada kaki kanan agar aku tidak bergoyang ketika memukul bola, kekuatan back-swing cukup 45%. Bola mendarat di tanah datar yang rata sekitar 30 meter dari green. Aku pukul dengan pitching hanya swing cukup 30% bola jatuh diatas green tanpa rolling, dengan sedikit putt bola sudah masuk cup dan memperoleh score par.
Sekarang menuju hole No. 6, par 5 panjang 485 meter didepan tee box terdapat gunung dan green juga berada di atas gunung. Aku menghadapi hole yang sulit karena fairway berada di balik gunung dan tidak tampak sama sekali dari tee box.
Aku memilih tee yang pangjang agar pukulan driver aku bolanya bisa terbang melewati gunung. Bola tinggi biasanya tidak bisa mencapai jarak yang jauh tetapi karena bola jatuh di fairway yang turun gunung pasti bola akan rolling atau menggelinding mendekat arah green. Jarak tembak ke green sekitar 235 meter.
Aku memilih wood no3 untuk memukul bola yang berada di fairway posisinya turun kearah sasaran. Aku posisikan berat badan bertumpu lebih banyak di kaki kiri, bola berada di tengah antara kedua kaki dan pukulan swing 75% Bola jatuh di fairway yang menanjak 25 meter menuju green.Disebelah kanan dan kiri green terdapat bunker dengan tebingnya setinggi tubuh berdiri orang dewasa. Green datar diatas bukit. Aku pilih memukul dengan pitching dan sasaran jatuhnya bola 1,5 meter sebelum green dengan harapan bola menggelinding diatas green kecepatan rolling bola sudah berkurang karena tidak langsung jatuh di atas green.Tiang pin berada di tengah green, sehingga harapan untuk mendapat birdie bisa tercapai. Putting jaraknya 1,5 meter masuk ke cup, dan memperoleh score birdie, atau 4.
Hole nomor 7, par 4, panjang 405 meter. Teebox diatas bukit, fairway sedikit menanjak sampai melewati bukit, green tidak tampak karena terhalang bukit. Didepan sebelah kanan green terdapat bunker yang dangkal atau sedalam lutut orang dewasa.
Pukulan driver akan menjatuhkan bola diatas bukit sehingga green dapat terlihat dengan jelas. Pukulan dari atas bukit jaraknya 140 meter, aku pilih iron nomor 7 dengan swing 60%, letak bola disebelah kanan, berat badan otomatis sudah berada di kaki kiri karena posisi aku berada di bukit miring kearah green. Bola jatuh di green jarak 2 meter dengan cup, pastikan putting dengan hasil pukulan birdie, atau 3 stroke.
Sampai dengan hole ini total score sudah 26 dengan 3 birdie.
Hole 8, par 3 jarak tee ke green 204 meter. Water hazard ada di depan tee-box sebelah kanan, sementara di sebelah kiri terdapat rough dan bush. Bila dilihat sepintas green sedikit lebih tinggi dari tee-box, tetapi sejatinya untuk menuju green pemain harus menuruni lembah dan menanjak untuk masuk green. Disebelah kanan green bunker bertebing cukup tinggi dan satunya diatas agak landai, sementara dikiri green bunker agak datar. Jika pukulan pendek bola bisa menggelinding masuk pond.
Aku gunakan wood fairway untuk jarak 200 meter, dengan harapan bola jatuh dimuka green dan sedikit menggelinding menuju pin. Akung ketika address untuk melakukan shot atau memukul tiba-tiba angin datang begitu kencang bertiup melawan arah, sehingga pukulan tidak berhasil dengan baik dan bola terjerembab masuk air.
Drop ball, dengan seijin kawan satu flight aku lakukan dropping bola baru, berarti pukulan sudah kena penalti satu stroke, karena khusus hole pendek par 3 tidak mengenal fairway, jadi pukulan aku dihitung menjadi pukulan ketiga. Untungnya bola berhasil masuk green tapi cukup jauh dengan pin dan aku mengakhiri hole delapan dengan lima pukulan atau double bogey. Total score aku menjadi 31.
Hole 9, par 4 jarak tee-box ke green 425 meter.Fairway datar hanya sedikit dihalangi gundukan bukit buatan lima puluh meter di depan tee-box. Disebelah kanan depan green terdapat bunker demikian pula disebelah dikiri. Pukulan drive mencapai 235 meter, pukulan kedua dengan iron tiga sedikit melambung bola berhenti 15 meter di depan green. Pukulan chip bola rolling menjauh dari pin, dan dua kali pukulan putt menghasilkan score lima stroke, atau berakhir bogey. Total score manjadi 36.
Selesailah sudah permainan golf setengah putaran atau 9 hole, bagi seorang pemula seperti aku, 9 hole pertama ini terasa sangat melelahkan, akupun bersama teman satu flight untuik beberapa saat beristirahat sambil minum untuk kemudian melanjutkan pada hole 10 sampai dengan hole 18, ternyata olah raga golf memiliki sensasi sendiri, aku yang memiliki hobi berjalan kaki, sungguh menikmati olah raga ini, karena pemandangan yang begitu indah di lapangan golf membuat tidak terasa langkah demi langkah menyusurinya, apalagi ketika pukulan bola tepat mengenai sasaran rasanya hati ini bahagia sekali. Terima kasih Pak Samsi ……!.***

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar